Gegara Pulau RI Ini, Satu Dunia Berubah Total

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) sekarang menjadi negara superpower nan menguasai ekonomi dan politik dunia. Namun siapa sangka, salah satu babak krusial nan mengantarkan Negeri Paman Sam ke posisi tersebut dan membikin satu bumi berubah total rupanya bermulai dari sebuah pulau mini di Indonesia.

Kisah tersebut berasal pada abad ke-17 saat Inggris dan Belanda bersaing memperebutkan pengaruh serta jalur perdagangan dunia. Pada masa itu, Belanda menguasai sebuah koloni di Amerika Utara berjulukan Nieuw Amsterdam, wilayah nan sekarang dikenal sebagai New York.

Di saat nan sama, Inggris menguasai Pulau Run di Kepulauan Banda, Maluku. Meski kecil, pulau tersebut mempunyai nilai ekonomi luar biasa lantaran menjadi salah satu penghasil pala, komoditas nan saat itu sangat mahal dan diburu pasar Eropa.

Persaingan kedua negara akhirnya berujung pada kesepakatan tenteram melalui Treaty of Breda nan ditandatangani pada 31 Juli 1667. Salah satu isi perjanjian itu adalah pertukaran wilayah. Belanda menyerahkan Nieuw Amsterdam kepada Inggris, sementara Inggris menyerahkan Pulau Run kepada Belanda.

Saat itu, keputusan Belanda dianggap masuk akal. Penguasaan Pulau Run diyakini bakal memperkuat monopoli perdagangan pala nan menjadi sumber kekayaan besar bagi perusahaan jual beli Belanda. Sebaliknya, Nieuw Amsterdam tetap merupakan koloni mini nan belum menunjukkan potensi ekonomi besar.

Namun sejarah berbicara lain.

Menurut Des Alwi dalam Sejarah Maluku (2005), ketika Pulau Run sepenuhnya berada di tangan Belanda, nilai ekonominya justru mulai menurun. Inggris sebelumnya telah menyebarkan bibit pala ke beragam wilayah koloninya sehingga monopoli rempah nan diharapkan Belanda perlahan melemah.

Sementara itu, Nieuw Amsterdam nan telah berganti nama menjadi New York berkembang pesat di bawah kekuasaan Inggris. Letaknya nan strategis menjadikan kota tersebut pusat perdagangan krusial di Amerika Utara.

Perkembangan semakin pesat ketika New York terhubung dengan beragam jalur perdagangan melalui Sungai Hudson dan kemudian Kanal Erie. Infrastruktur tersebut membuka akses antara area Pantai Timur dengan wilayah pedalaman Amerika nan sedang berkembang.

Arus perdagangan, investasi, dan migrasi terus meningkat. Penduduk berdatangan, aktivitas ekonomi tumbuh, dan New York perlahan menjelma menjadi pusat upaya utama di Amerika.

Menurut Victor Perlo dalam New York as the Financial Center (1955), sejak abad ke-17 New York telah berkembang sebagai pusat ekonomi global. Posisinya semakin kuat setelah berdirinya New York Stock and Exchange Board (NYSE) pada 1817 nan kemudian menjadi salah satu bursa saham terbesar di dunia.

Seiring waktu, New York menjelma menjadi jantung finansial internasional. Kota ini menjadi rumah bagi beragam lembaga finansial besar, pusat perdagangan global, hingga perusahaan multinasional nan mengendalikan arus modal dunia.

Kekuatan ekonomi nan berpusat di New York kemudian menjadi salah satu fondasi utama kebangkitan Amerika Serikat. Didukung industrialisasi, penemuan teknologi, dan ekspansi ekonomi selama berabad-abad, AS akhirnya tumbuh menjadi negara dengan pengaruh ekonomi dan politik terbesar di dunia.

Atas dasar itu, perjalanan Amerika Serikat menuju status superpower bumi mempunyai keterkaitan unik dengan Indonesia. Semua bermulai dari keputusan pertukaran wilayah pada 1667, ketika Belanda lebih memilih Pulau Run di Maluku daripada mempertahankan Nieuw Amsterdam nan kelak berkembang menjadi New York, pusat finansial paling berpengaruh di dunia.

(mfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News