Gebyar Kemerdekaan RI Perkuat Peran Perempuan untuk Indonesia

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Gebyar Kemerdekaan RI Perkuat Peran Perempuan untuk Indonesia Ketum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto.(DOK KOWANI)

KONGRES Wanita Indonesia (Kowani) menggelar Gebyar Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kantor KOWANI, Jalan Imam Bonjol No 58, Jakarta, Rabu (26/8). Kegiatan nan dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto. Kegiatan ini diisi beragam agenda, mulai dari lomba memasak berbahan dasar tempe dan ikan, lomba menghias tumpeng, senam rutin, lomba senam, lomba line dance, vaksinasi HPV dan jasa kesehatan dengan nilai terjangkau, hingga pembagian bibit tanaman buah dan tempe.

Dalam sambutannya, Nannie mengatakan peringatan kemerdekaan bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan momentum untuk mengisi kemerdekaan melalui karya, persatuan, kebersamaan dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. “Kemerdekaan bukan hanya untuk memperingati 17 Agustus saja, tetapi kemerdekaan adalah amanah nan kudu kita isi dengan karya, persatuan dan kebersamaan, serta semangat untuk memberikan nan terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Nannie.

Mengusung nuansa merah putih, aktivitas tersebut diikuti jejeran pengurus dan personil Kowani serta perwakilan dari beragam organisasi wanita nan tergabung dalam Kowani. Selain menjadi arena seremoni HUT ke-81 RI, aktivitas tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kekompakan dan semangat gotong royong antarorganisasi perempuan.

Menurut Nannie, wanita mempunyai posisi strategis dalam membangun keluarga, masyarakat dan bangsa. Perempuan juga mempunyai peran krusial dalam menjaga kesehatan keluarga, menentukan pola konsumsi rumah tangga serta mendorong pemanfaatan pangan lokal.

“Khususnya bagi kaum perempuan, mari kita terus mengambil peran dalam membangun keluarga, masyarakat dan bangsa. Perempuan Indonesia kudu menjadi sumber kekuatan, inspirasi dan keteladanan dalam menjaga persatuan serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan,” katanya.

POTENSI TEMPE DAN IKAN
Semangat pemanfaatan pangan lokal diwujudkan melalui lomba memasak dengan bahan dasar tempe dan ikan. Lomba tersebut diikuti perwakilan sejumlah organisasi perempuan, antara lain Dian Kemala, Ikapurna, Ibu-Ibu Anak-Anak Langit, Yatnawati, Wanita PUI, PIKAT, PEPEKRAF, Perwanas, dan Cahaya Landara Nusantara.

Para peserta ditantang mengolah tempe dan ikan menjadi hidangan imajinatif dengan cita rasa terbaik. Selain menjadi arena kompetisi, lomba tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan kekompakan antarorganisasi perempuan.

Antusiasme peserta semakin meningkat lantaran proses penjurian turut melibatkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI). Kehadiran juri dari kalangan ahli di bagian jasa boga diharapkan memberikan penilaian nan objektif sekaligus mendorong peserta menampilkan hasil masakan terbaik.

Aspek rasa menjadi salah satu perhatian utama dalam penilaian, selain produktivitas dalam mengolah dan menyajikan hidangan.

Lomba menghias tumpeng juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. 

Semangat kemandirian pangan  juga diwujudkan melalui pembagian bibit tanaman buah kepada peserta dan masyarakat.
Pembagian bibit tersebut diharapkan mendorong pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber pangan sekaligus membuka kesempatan untuk mendukung ketahanan pangan family secara berkelanjutan.

KESEHATAN PEREMPUAN
Aspek kesehatan turut menjadi bagian krusial dalam Gebyar Kemerdekaan Kowani melalui vaksinasi HPV dan jasa kesehatan dengan nilai terjangkau.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran wanita mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan langkah-langkah pencegahan penyakit.

Selain jasa kesehatan, Kowani juga menggelar senam rutin setiap Rabu pagi sebagai bagian dari upaya mendorong pola hidup sehat di lingkungan organisasi.

Dalam momentum Gebyar Kemerdekaan, aktivitas olahraga tersebut dilengkapi dengan lomba senam dan lomba line dance. Selain menjaga kebugaran, aktivitas tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan antaranggota.

Nannie menilai kesehatan wanita merupakan investasi krusial bagi family dan generasi masa depan. “Perempuan kudu sehat dan kuat. Kalau wanita sehat, produktif dan berdaya, maka family dan masyarakat juga bakal mendapatkan manfaatnya,” tutur Nannie.

Nannie berambisi semangat kemerdekaan dapat terus diterjemahkan menjadi aktivitas nyata nan memperkuat family dan masyarakat sekaligus mendorong wanita semakin aktif berkontribusi bagi pembangunan nasional.

“Mari kita isi kemerdekaan dengan karya, kebersamaan dan kontribusi nyata. Perempuan kudu terus menjadi pilar dalam membangun Indonesia nan berdaulat, setara dan makmur,” pungkas Nannie. (H-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia