Garuda Indonesia Ungkap Cara Hadapi Lonjakan Harga Avtur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |13:22 WIB

Garuda Indonesia Ungkap Cara Hadapi Lonjakan Harga Avtur

Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menekankan soal langkah demi mengamankan laju upaya perusahaan di tengah melambungnya nilai bahan bakar penerbangan alias avtur nan otomatis dapat mendongkrak beban operasional maskapai. 

Adapun, patokan nilai rata-rata avtur per 1 Mei 2026 telah menembus nomor Rp29.116 per liternya.

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan, menyatakan perusahaannya sedang berada dalam tren positif selama tiga bulan pertama di 2026. Perbaikan kondisi finansial dan operasional ini utamanya terdorong oleh melonjaknya jumlah penumpang sekaligus ekspansi kapabilitas terbang di semua lini.

Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, total penumpang nan diangkut oleh Garuda Indonesia Group menyentuh 5,42 juta orang. Angka ini naik 6,76 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibanding capaian kuartal pertama tahun sebelumnya nan berada di kisaran 5,08 juta orang. Lonjakan tersebut sejalan dengan meningkatnya gelombang penerbangan sebesar 5,87 persen, ialah dari 18.265 penerbangan pada awal tahun lampau menjadi 19.337 penerbangan di kuartal I-2026.

Menurut Glenny, manajemen saat ini tetap mengarahkan fokusnya untuk memperkokoh fondasi upaya perseroan. Berbagai langkah ditempuh, mulai dari mengejar kelebihan operasional (operational excellence), pengetatan disiplin biaya, optimasi jaringan rute, hingga menggenjot transformasi jasa serta penerapan teknologi secara berkesinambungan.

Menilik kondisi kesiapan armada, Garuda Indonesia Group tercatat telah menerbangkan 102 unit pesawat laik operasi (serviceable) sampai penghujung kuartal I-2026. Langkah ini merupakan corak percepatan program return-to-service (RTS) alias pengaktifan kembali pesawat secara berjenjang demi mengejar tingginya permintaan tiket penerbangan.

Rinciannya, Garuda Indonesia mencatatkan pikulan sebanyak 2,47 juta orang, disusul anak usahanya, Citilink, nan menerbangkan sekitar 2,94 juta penumpang pada periode tersebut.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com