PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) memperkuat jejeran kepemimpinannya melalui RUPSLB nan digelar di Jakarta, Senin (24/8).(Dok. PT Mutuagung Lestari)
PERUSAHAAN jasa Testing, Inspection, Certification, Verification and Assurance (TICVA), PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) alias MUTU International, memperkuat jejeran kepemimpinannya melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) nan digelar di Jakarta, Senin (24/8).
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan, termasuk pengangkatan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Presiden Komisaris dan Roestiandi Tsamanov sebagai Wakil Presiden Direktur.
Masuknya Sandiaga ke jejeran majelis komisaris diharapkan memperkuat perspektif strategis perusahaan, terutama dalam pengembangan bisnis, investasi, jejaring kemitraan, dan pembuatan nilai jangka panjang bagi pemegang saham serta pemangku kepentingan.
Sementara itu, pengalaman Roestiandi Tsamanov di bagian teknologi, digitalisasi, entrepreneurship, dan pengembangan sumber daya manusia diharapkan mendukung transformasi bisnis, termasuk pengembangan jasa berbasis teknologi dan inovasi.
Presiden Komisaris Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan perusahaan mempunyai kesempatan besar untuk berkembang menjadi salah satu pemain krusial dalam ekosistem ekonomi hijau di Indonesia.
"Industri testing, inspection, certification, verification, dan assurance bakal semakin krusial seiring meningkatnya kebutuhan bumi upaya terhadap standar keberlanjutan, transparansi, dan kepatuhan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut Sandiaga, transformasi menuju ekonomi hijau tidak lagi sekadar menjadi agenda lingkungan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi dan daya saing bumi usaha. Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi perusahaan nan bisa menyediakan jasa pengujian, sertifikasi, validasi, verifikasi, dan assurance nan kredibel.
Presiden Direktur Arifin Lambaga mengatakan, perubahan struktur kepemimpinan merupakan bagian dari strategi untuk mempercepat pertumbuhan dan memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia jasa TICVA.
"Kami menyambut baik keputusan pemegang saham. Pengalaman mereka di bagian investasi, bisnis, teknologi, dan pengembangan upaya bakal menjadi kekuatan baru bagi perusahaan untuk melakukan akselerasi," ujar Arifin.
Pengembangan upaya karbon menjadi salah satu konsentrasi untuk menangkap kesempatan pertumbuhan dalam ekosistem ekonomi rendah karbon. Perusahaan juga bakal memperkuat jasa sustainability, environmental testing, certification, verification, dan assurance guna mendukung kebutuhan industri terhadap standar keberlanjutan nasional maupun internasional.
Selain ekonomi hijau, sektor legal turut dilihat sebagai kesempatan pertumbuhan. Pengembangannya bakal dilakukan antara lain melalui penguatan kapabilitas laboratorium dan jasa pengetesan nan mendukung industri halal.
Di sisi lain, transformasi digital bakal dipercepat melalui pemanfaatan teknologi, data, digital traceability, serta penemuan dalam proses pengujian, inspeksi, sertifikasi, dan verifikasi. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan.
"Kami mau membangun perusahaan nan tidak hanya kuat secara operasional, tetapi juga unggul dalam teknologi, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia. Digitalisasi bakal menjadi bagian krusial dari perjalanan transformasi perusahaan," kata Arifin. (E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·