Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk., Anindya Bakrie membeberkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kendaraan listrik lansiran perusahaannya. Saat ini produknya diklaim sudah memenuhi ketentuan 40 persen.
"Bapak Presiden, sejak awal VKTR alias kami sebut Vektor pendapat dasarnya ada dua. Pertama dekarbonisasi, gimana menuju net zero emission pada 2060 alias lebih sigap dan kedua kemandirian ekonomi. Termasuk ketahanan daya untuk menghentikan impor," buka Anindya saat sambutan peresmian pabrik VKTR nan dihadiri Presiden Prabowo di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Menilik laman resmi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), sejumlah kendaraan berbasis listrik nan didaftarkan PT VKTR Sakti Industries sudah memenuhi nilai TKDN di atas 40 persen.
Semuanya adalah bus listrik, rinciannya model BYD D9 (4x2) A/T - E-Cityline dengan nilai TKDN 40,08 persen, kemudian model BCH080 (4X2) A/T dengan nilai TKDN 41,79 persen, dan BYD D9 (4X2) A/T - Cityline sebesar 40,84 persen.
"Tentunya tidak hanya Vektor, melainkan mitra-mitra kami juga turut hadir. Teman-teman karoseri ada dari Trisakti, Laksana, Adiputro, dan juga Tentrem Sejahtera. Kemudian ban dari Gajah Tunggal, aki dari Auto Inovasi Sukses, telematika, hingga AC," lanjut Anindya.
"Ini adalah contoh jika kita bekerja sama dan maju berbareng dapat membangun industrialisasi nan sukses. Bapak Presiden kami memandang dan percaya bisa meningkatkan nilai TKDN dari 40 persen nan sudah menjadi mandatory dari Kementerian," jelasnya.
Anindya optimistis pihaknya dapat segera menuju pemenuhan tanggungjawab nilai 60 persen pada tahun ini dan 80 persen pada 2028. Sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 6 Juni 2022 Juncto Nomor 28 Tahun 2023.
Dalam beleid tersebut, produsen penerima insentif kudu mulai produksi lokal dengan kandungan TKDN minimal 40 persen, sejak 1 Januari hingga tahun 2026 berakhir. Kemudian, pada 2027 kudu sudah meningkat menjadi 60 persen.
Peningkatan TKDN wajib dilanjutkan, hingga pada 2030, kudu sukses mencapai nomor 80 persen. Perolehan ini bisa dicapai andaikan para pabrikan meningkatkan keahlian lokalisasi dan penyerapan komponen dari pemasok lokal.
"Kalau memandang sejarah juga, Jepang misalnya bisa maju berkah bus dan truk sebelum (membuat) ke mobil. Kita juga memandang bukan saja Jepang dengan Hino, Isuzu, dan Fuso-nya alias Korea dengan Hyundai, India dengan Tata Motors-nya alias Ashok Leyland-nya. Indonesia juga bisa dan ini nan mau kami sampaikan bahwa kita siap," tuntas Anindya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·