Sebuah studi baru menunjukkan bintang-bintang di dalam Awan Magellan Kecil ditarik terpisah oleh tarikan gravitasi dari saudaranya nan lebih besar, Awan Magellan Besar.(ESO/VISTA VMC/ AIP/ S. Vijayasree)
PARA astronom baru saja menemukan kejadian kosmik nan dramatis di pinggiran galaksi kita. Sebuah galaksi kerdil antik berjulukan Sextans, nan merupakan salah satu tetangga terdekat Bima Sakti, ditemukan sedang tercabik-cabik menjadi dua bagian akibat hubungan gravitasi nan kuat dengan galaksi tetangga dekatnya, Sextans B.
Penemuan ini memberikan bukti langsung mengenai proses kanibalisme galaksi berskala mini nan sedang berjalan di laman belakang kosmik kita. Menggunakan instrumen canggih untuk memetakan pergerakan dan pengedaran bintang-bintang di dalam Galaksi Kerdil Sextans, tim peneliti internasional dikejutkan struktur galaksi tersebut nan sudah tidak lagi utuh.
"Saya betul-betul kagum memandang gimana struktur nan begitu jelas terlihat, nan menunjukkan bahwa galaksi ini sedang mengalami disintegrasi total," ujar seorang peneliti utama dalam studi ini kepada Live Science.
Sextans adalah galaksi kerdil sferoid nan berjarak sekitar 280.000 tahun sinar dari Bumi. Karena massanya nan jauh lebih mini dibandingkan Bima Sakti alias galaksi spiral besar lainnya, Sextans sangat rentan terhadap pengaruh pasang surut gravitasi (tidal forces) dari objek-objek masif di sekitarnya.
Data terbaru menunjukkan bahwa style gravitasi dari galaksi pendampingnya telah menarik material bintang dari Sextans ke dua arah nan berlawanan. Tarikan ekstrem ini menciptakan jembatan bintang dan awan gas nan membentang di antara kedua galaksi, sekaligus merobek bagian inti dari galaksi kerdil tersebut. Proses ini secara perlahan bakal melenyapkan Sextans dan menyatukan sisa-sisanya ke dalam galaksi nan lebih besar.
Penelitian ini sangat krusial bagi para intelektual lantaran galaksi kerdil seperti Sextans dianggap sebagai "fosil hidup" dari alam semesta awal. Tumbuhan kosmik ini sebagian besar terdiri dari materi gelap (dark matter) dan bintang-bintang tua nan miskin logam.
Dengan mempelajari gimana galaksi kerdil ini hancur dan menyatu dengan galaksi lain, para astronom dapat menyusun kembali sejarah gimana galaksi raksasa seperti Bima Sakti tumbuh dan berevolusi selama miliaran tahun melalui penggabungan galaksi-galaksi mini di sekitarnya. Temuan luar biasa ini telah resmi dipublikasikan dalam jurnal astrofisika terkemuka. (Live Science/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·