Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto, memberikan pandangannya usai mengunjungi Beijing Auto Show 2026. Ia menilai pameran otomotif di China tersebut mempunyai sejumlah keunggulan, meski dari sisi lain Indonesia juga tak kalah kompetitif.
Menurut Jongkie, secara umum kualitas penyelenggaraan pameran otomotif di Indonesia sudah cukup baik. Bahkan, dari sisi penataan area pameran, dia menilai konsep nan diterapkan di Tanah Air sudah bisa bersaing.
“Wah, luar biasa. Ya, ada nan lebih bagus dari kita. Ada juga yang, ya, kita lebih bagus,” kata Jongkie saat ditemui, Sabtu (25/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu aspek nan menjadi pembeda adalah luas area pameran. Kapasitas venue di China dinilai lebih besar, sehingga bisa menampung lebih banyak peserta dan aktivitas dalam satu lokasi.
“Penataannya kita juga bagus, GIIAS kita kan tidak kurang bagusnya. Cuma memang jika dilihat dari luasan lahan, ya mungkin di sini lebih besar,” katanya.
Saat ini, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) disebut mempunyai total area sekitar 100 ribu meter persegi, sementara Beijing Auto Show mencapai 380 ribu meter persegi.
Namun, ke depan, kapabilitas tersebut berpotensi menjadi tantangan seiring bertambahnya jumlah merek otomotif nan mau ikut serta.
“Kalau merek masuk lagi baru-baru, pasti mau berpameran. nan lama juga enggak mau dikurangin lahannya, bisa-bisa enggak cukup tuh 100 ribu lagi,” ujarnya.
Terkait kemungkinan ekspansi venue, Jongkie menyebut opsi pemindahan ke letak baru seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE) tetap perlu dikaji lebih lanjut. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut kudu mempertimbangkan kebutuhan dan permintaan dari para peserta pameran.
Menurutnya, meski NICE disebut mempunyai kapabilitas lebih besar dibanding Indonesia Convention Exhibition (ICE), perpindahan letak tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Hal ini lantaran pengedaran peserta kudu tetap merata agar pameran melangkah optimal.
“Jangan sekadar lebih bagus lampau pindah ke sana. Kalau kelak sebagian kosong, kan enggak bagus juga,” katanya.
Ia menambahkan, keputusan mengenai kapabilitas dan letak pameran ke depan bakal sangat berjuntai pada jumlah merek nan berpartisipasi. Evaluasi tersebut rencananya bakal dilakukan menjelang penyelenggaraan berikutnya.
“Tahun depan kita lihat, kelak diperhitungkan berapa besar, berapa merek, dan lain-lain,” tutupnya.
Dengan tren bertambahnya pemain baru di industri otomotif, kebutuhan ruang pamer diprediksi bakal terus meningkat. Hal ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi penyelenggara untuk menghadirkan arena nan lebih besar dan kompetitif di masa mendatang.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·