Freeport Setor Pajak, Royalti Cs ke Negara Hampir Rp70 Triliun di 2025

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengungkapkan bahwa total kontribusi perusahaan kepada negara sepanjang 2025 mencapai sekitar US$4,3 miliar alias nyaris Rp70 triliun.

Menurut dia, kontribusi tersebut terdiri dari pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta dividen kepada MIND ID. Secara rinci, pajak nan disetorkan mencapai sekitar US$2 miliar alias Rp32 triliun, PNBP sebesar US$1,2 miliar alias sekitar Rp20 triliun, serta dividen sekitar US$1 miliar alias Rp17 triliun.

"Di mana di dalamnya ada pajak sebesar 2 miliar dolar alias 32 triliun, kemudian ada PNBP 1,2 miliar dolar alias sekitar 20-an triliun, dan juga ada dividen nan dibayarkan sebesar 1 miliar dolar alias 17 triliun kepada MIND ID," ungkap Tony dalam RDP berbareng Komisi XII DPR RI, dikutip Selasa (14/4/2026).

Meski begitu, keahlian operasional perusahaan pada 2025 sempat terdampak kejadian longsoran material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) Tembagapura, pada 8 September 2025 nan menyebabkan tujuh korban jiwa. Akibatnya, seluruh aktivitas tambang sempat dihentikan sementara hingga 20 Oktober 2025, setelah proses pemindahan korban selesai.

"Jadi berakhir total, baru mulai menambang lagi pada tanggal 20 Oktober tahun 2025 setelah seluruh korban itu ditemukan dan diantar pulang ke tempat peristirahatan masing-masing," katanya.

Adapun, penghentian operasional ini berakibat pada penurunan produksi, di mana produksi tembaga turun nyaris 30% dan produksi emas merosot lebih dari 50% alias sekitar 51%.

Namun, Tony menyebut kenaikan nilai komoditas tembaga dan emas bisa menahan tekanan terhadap keahlian keuangan. Sehingga, pendapatan perusahaan hanya turun sekitar 17% dengan total penjualan mencapai US$8,6 miliar pada 2025.

"Sehingga hasilnya produksi tembaga di tahun 2025 turun nyaris 30% dan produksi emas turun nyaris 50% alias 50% lebih sedikit, 51%. Namun demikian terjadi kenaikan nilai tembaga dan nilai emas nan signifikan sehingga dari pendapatan penjualan kami itu hanya berkurang 17%. Jadi totalnya pendapatan kami di tahun 2025 itu 8,6 miliar dolar," tambahnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News