Freeport Indonesia Produksi 276.000 Ons Emas di Semester I 2026

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Freeport-McMoRan (FCX) mencatat produksi emas dari tambang di Tembagapura, Indonesia mencapai 276.000 ons sepanjang Semester I-2026. Angka tersebut menurun 54% jika dibandingkan dengan periode nan sama tahun lampau nan tercatat sebesar 595.000 ons.

President and Chief Executive Officer FCX Kathleen Quirk menjelaskan, penurunan produksi dari tambang nan dioperasikan PT Freeport Indonesia tersebut lantaran adanya hambatan di sisi hulu pertambangan akibat kejadian longsoran lumpur pada tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) September 2025 lalu.

Quirk memastikan perusahaan terus memantau kemajuan operasional di Indonesia dalam menjaga momentum pertumbuhan di pasar global.

"Tim Freeport mencapai hasil nan kuat pada kuartal kedua, didukung oleh penyelenggaraan rencana operasi kami nan solid dan nilai nan menguntungkan untuk produk kami," ungkap Kathleen Quirk dalam laporan FCX Semester I-2026, dikutip Selasa (4/8/2026).

Adapun, penurunan tersebut dipicu oleh rendahnya tingkat pemrosesan bijih akibat fase pemulihan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pasca kejadian pada September 2025.

"Setelah kejadian luapan lumpur eksternal pada September 2025, PTFI telah memajukan serangkaian aktivitas untuk menangani kejadian tersebut dan tetap konsentrasi pada peningkatan kapabilitas operasional nan kondusif dan berkelanjutan," tulis laporan FCX.

Dari sisi penjualan, volume emas nan terjual sepanjang semester I-2026 mencapai 234.000 ons dengan nilai realisasi rata-rata sebesar US$ 4.709 per ons. Perusahaan memproyeksikan tingkat produksi keseluruhan bakal terus meningkat hingga 65% pada semester II-2026.

"Tingkat produksi PTFI secara keseluruhan diperkirakan bakal mendekati 65% pada paruh kedua tahun 2026, 80% pada pertengahan tahun 2027, dan mendekati kapabilitas penuh pada akhir tahun 2027," lanjut laporan FCX.

Selain emas, PTFI juga tercatat memproduksi tembaga sebesar 300 juta pon sepanjang Semester I-2026. Angka tersebut juga tercatat menurun jika dibandingkan dengan periode nan sama pada tahun lampau sebesar 655 juta pon.

Dengan begitu, perusahaan saat ini terus mengoptimalkan operasional akomodasi pemurnian alias smelter di Gresik, Jawa Timur untuk mendukung produksi perusahaan.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News