Musim kemarau ekstrem nan melanda Inggris mendorong sejumlah peternak mengubah langkah menanam rumput untuk menghadapi akibat perubahan iklim. Salah satunya Sam Squier, peternak sapi di Inggris tenggara, nan sukses mempertahankan padang rumput tetap hijau di tengah kekeringan.
Lahan peternakan Squier seluas nyaris 200 hektare di dekat Chelmsford tetap subur meski wilayah di sekitarnya berubah kecokelatan akibat minimnya curah hujan. Sapi Aberdeen Angus miliknya tetap bisa meragut di padang rumput herbal nan ditanami campuran rumput, tumbuhan berakar dalam, dan kacang-kacangan.
"Tahun ini adalah bukti apa nan bisa Anda lakukan di tahun nan kering," kata Squier kepada Reuters.
Squier menerapkan metode pertanian regeneratif nan bermaksud memperbaiki struktur tanah, meningkatkan keahlian tanah menyimpan air, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pakan tambahan.
Sapi dipindahkan secara rutin ke area mini untuk merumput dan menginjak tumbuhan. Pola tersebut membantu membentuk lapisan pelindung tanah, sementara kotoran ternak mengembalikan nutrisi ke tanah. Squier apalagi mengaku tidak perlu membeli pakan musim dingin selama delapan tahun terakhir.
Bagi petani Inggris lainnya, Andy Gray, pertanian regeneratif juga menunjukkan faedah dalam menjaga kelembapan dan suhu tanah. Ia mencatat suhu tanah di lahan nan ditutupi tanaman semanggi sekitar 32 derajat Celsius, sementara tanah terbuka di dekatnya mencapai 51 derajat Celsius.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·