
Ketua OJK (Foto: Okezone)
JAKARTA - Calon Anggota Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, memaparkan visi dan rencana strategis reformasi sektor Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) saat menjalani uji kepatutan dan kepantasan (fit and proper test) berbareng Komisi XI DPR RI, Rabu (11/3/2026).
Hasan menjelaskan bahwa reformasi integritas sektor PMDK krusial dilakukan sebagai fondasi utama dalam menciptakan sektor nan terpercaya, likuid, modern, berkekuatan saing, serta bisa tumbuh berkelanjutan.
"Tanpa integritas nan kuat, pasar modal bakal susah menjalankan peran sentralnya sebagai sarana penggalang biaya sekaligus sumber pembiayaan untuk mendukung pembangunan nasional jangka panjang, nan pada akhirnya bakal mendukung pertumbuhan perekonomian kita," jelas Hasan.
Sebagai bagian dari langkah reformasi, Hasan menyebut telah ditetapkan delapan rencana tindakan reformasi integritas pasar modal nan bermaksud memperkuat transparansi, meningkatkan keterbukaan struktur kepemilikan saham, memperbaiki tata kelola, serta memperdalam likuiditas pasar.
Dengan langkah tersebut, pasar modal Indonesia diharapkan semakin kredibel, investable, serta bisa menjadi motor pembiayaan pembangunan nasional secara berkelanjutan.
"Sebagai respon kebijakan dan rumusan solusi terhadap beragam pemetaan masalah dan tantangan struktural tersebut, kami merumuskan sebuah kerangka solusi strategis nan kami namakan Integralitas," katanya.
Hasan memperkenalkan kerangka strategi reformasi nan disebut Integralitas, ialah pendekatan reformasi integritas nan dilakukan secara menyeluruh.
Kerangka ini bakal menjadi payung kebijakan untuk menjalankan delapan rencana tindakan reformasi nan dikelompokkan dalam lima klaster utama, ialah integrasi, granularitas, likuiditas, transparansi, dan akuntabilitas.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·