Fintech dan Healthtech Kolaborasi Buka Akses Pembiayaan Program Kehamilan

Sedang Trending 22 jam yang lalu
Fintech dan Healthtech Kolaborasi Buka Akses Pembiayaan Program Kehamilan Pembiayaan nan elastis diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses jasa kesehatan nan lebih mudah tanpa kudu terbebani pembayaran sekaligus dalam jumlah besar.(Dok. Indodana Finance)

KESADARAN masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan perencanaan family terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun di kembali meningkatnya minat terhadap jasa fertilitas dan program kehamilan, persoalan biaya tetap menjadi tantangan besar bagi banyak pasangan.

Berbagai prosedur medis fertilitas, mulai dari konsultasi intensif, pemeriksaan kesehatan reproduksi, hingga program kehamilan dan tindakan medis lanjutan, memerlukan biaya nan tidak sedikit dan sering kali kudu dipersiapkan dalam jangka panjang.

Kondisi tersebut mulai mendorong munculnya jasa pembiayaan kesehatan nan lebih fleksibel, termasuk dari industri financial technology (fintech). Layanan buy now pay later (BNPL) Indodana Finance misalnya, menggandeng Ovy Health untuk menghadirkan solusi pembiayaan bagi jasa kesehatan wanita dan perencanaan keluarga.

Kolaborasi tersebut memungkinkan pengguna jasa kesehatan di aplikasi Ovy Health memperoleh akses pembayaran berjenjang melalui jasa Indodana PayLater untuk beragam kebutuhan program fertilitas dan kesehatan reproduksi. Direktur Indodana Finance, Iwan Dewanto, mengatakan kebutuhan perencanaan family dan kesehatan wanita sekarang semakin memerlukan support finansial nan terukur agar proses medis dapat dijalani secara lebih tenang.

"Kami memahami bahwa perencanaan family nan optimal, terutama kesehatan perempuan, memerlukan support finansial nan terukur dan terencana agar seluruh tahapan medis dapat melangkah lancar," ujarnya.

Menurut dia, pembiayaan nan elastis diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses jasa kesehatan nan lebih mudah tanpa kudu terbebani pembayaran sekaligus dalam jumlah besar.

Sementara itu, Chief Executive Officer Ovy Health, Sastya Wardani, menilai akses finansial menjadi salah satu aspek krusial dalam jasa fertilitas dan program kehamilan. Ia mengatakan banyak pasangan memerlukan support pembiayaan agar dapat menjalani prosedur medis secara lebih optimal dan terencana.

"Kemudahan pembayaran dan akses finansial ini sangat krusial dalam membuka akses kesehatan selebar-lebarnya sehingga pasien dapat lebih konsentrasi pada hasil nan optimal," katanya.

Kolaborasi antara fintech dan platform jasa kesehatan ini juga mencerminkan tren baru di industri digital, ialah ekspansi jasa pembiayaan ke sektor kesehatan dan wellness. Sebelumnya, jasa paylater lebih banyak digunakan untuk kebutuhan konsumsi ritel, perjalanan, dan style hidup. Kini, model pembiayaan serupa mulai merambah jasa kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi.

Di sisi lain, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap rumor fertilitas dan kesehatan wanita turut memperbesar kebutuhan terhadap jasa pendampingan kesehatan nan lebih individual dan terintegrasi. Melalui aplikasi berbasis info reproduksi perempuan, Ovy Health menyediakan jasa pendampingan kesehatan wanita dan perencanaan family di Asia Tenggara.

Dalam kerja sama tersebut, pengguna juga ditawarkan sejumlah promo pembiayaan hingga 31 Mei 2026, termasuk angsuran 0%, potongan hingga Rp 400.000 bagi pengguna baru, serta potongan nilai hingga Rp 350.000 bagi pengguna lama jasa Indodana Finance.

Pengamat menilai tren integrasi fintech dan healthtech berpotensi terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap jasa kesehatan nan lebih mudah diakses dan terjangkau.

Bagi industri fintech, sektor kesehatan dinilai menjadi salah satu pasar potensial lantaran kebutuhan jasa medis condong terus meningkat, termasuk untuk jasa kesehatan preventif dan perencanaan keluarga. Sementara bagi masyarakat, kehadiran skema pembiayaan nan lebih elastis diharapkan dapat membantu pasangan merencanakan perjalanan kesehatan reproduksi dengan lebih matang dan terukur. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia