Filipina Bakal Masuk Proyek Listrik Trans Borneo Power Grid

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Filipina bakal masuk proyek jaringan listrik Trans Borneo Power Grid. Kerja sama ini terjalin usai pembicaraan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Filipina.

Bahlil mengatakan Indonesia dan Malaysia sudah lebih dulu membangun jaringan kelistrikan bersama.

"Kita juga melakukan komunikasi bilateral dengan beberapa delegasi, khususnya di area ASEAN menyangkut dengan power grid. Sekarang kan kita sudah bangun jaringan antara Malaysia-Indonesia. Sebentar lagi bakal masuk Filipina," ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) nan menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina mendorong agar proyek jaringan listrik Trans Borneo Power Grid dapat berjalan.

Di mana fistribusi daya di Kalimantan nan ditempati 3 negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam disebut Prabowo kudu dapat melangkah lebih efisien.

Dalam upaya penguatan jaringan kelistrikan itu, Prabowo bilang perlu adanya support pembiayaan, skill teknis, serta kemitraan nan lebih erat dengan para negara nan menjadi mitra pembangunan regional.

"Semua ini tidak bakal terjadi tanpa support nan tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi skill teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita," kata Prabowo dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti pentingnya juga mengembangkan daya baru terbarukan. Pasalnya area tersebut mempunyai potensi besar, mulai dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan subur nan belum dimanfaatkan secara optimal.

Prabowo pun mempertanyakan kesiapan negara-negara personil untuk memanfaatkan potensi tersebut demi memenuhi kebutuhan area sekaligus mendukung transisi daya ASEAN.

"Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berasas potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi daya ASEAN," kata Prabowo.

(hrp/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance