Pedagang tampak memandikan burung kicau nan bakal dijual untuk menjaga kebersihan dan kondisi bentuk burung agar tetap sehat dan aktif berkicau di area Kandang Pasar Pramuka, Jakarta, Senin (11/5/2026). Foto: Muhammad reevanza/detikFoto

Suara kicauan dari beragam jenis burung seperti murai batu, kenari, kacer, hingga cucak hijau saling bersautan memenuhi area perdagangan burung tersebut. Foto: Muhammad reevanza/detikFoto

Sejumlah calon pembeli terlihat mendatangi kios-kios sembari mengawasi kondisi burung nan dipajang pedagang. Beberapa di antaranya tampak memperhatikan warna bulu, postur tubuh, hingga kualitas bunyi burung sebelum melakukan transaksi. Foto: Muhammad reevanza/detikFoto

Pasar Pramuka tetap menjadi salah satu pusat jual beli burung kicau di Jakarta nan ramai dikunjungi penghobi. Selain transaksi perdagangan, letak ini juga menjadi tempat berkumpulnya organisasi pecinta burung dari beragam wilayah.
Foto: Muhammad reevanza/detikFoto

Menteri Perdagangan Budi Santoso sebelumnya menyebut ekosistem burung kicau di Indonesia mempunyai potensi ekonomi besar dengan nilai mencapai Rp1,7 triliun hingga Rp2 triliun. Nilai tersebut berasal dari aktivitas perdagangan, perlombaan burung, hingga industri pendukung lainnya. Foto: Muhammad reevanza/detikFoto

Geliat kegemaran burung berkicau dinilai ikut menggerakkan beragam sektor usaha, mulai dari peternak, pelaku breeding, penjual pakan, hingga produsen perlengkapan sangkar dan perawatan burung. Aktivitas itu membikin perdagangan burung kicau tetap memperkuat dan diminati masyarakat. Foto: Muhammad reevanza/detikFoto
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·