Fenomena AI, Waka Komisi II DPR Sarankan Ini Bagi ASN yang Tak Bisa Adaptasi

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, menjelaskan soal perbincangan potensi efisiensi aparatur sipil negara (ASN) seiring perkembangan teknologi artificial intelligence (AI). Ia menyebut ASN di era digital seperti sekarang justru kudu beradaptasi mengikuti zaman.

"Saya tidak sepakat jika konsepnya ASN diganti AI, nan kudu terjadi adalah mempersiapkan 'ASN nan bisa beradaptasi dengan AI juga' sehingga kompetensi dan kemampuannya dalam menguasai AI kudu ditingkatkan, lantaran pasti bumi berubah demikian juga moda pekerjaan," kata Dede kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).

Waketum Demokrat ini mengatakan sejumlah pekerjaan ASN menuntut untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ia menyoroti sektor pelayanan publik, Kesehatan hingga bangunan nan mengharuskan untuk turun langsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagi mereka nan tidak bisa beradaptasi kudu juga diberikan kompetensi pada pekerjaan nan sesuai dengan kebutuhan direct services, seperti pelayanan publik, kesehatan, pengaduan masyarakat, konstruksi, pertanian, alias lainnya nan memerlukan in-hand secara langsung. Jadi prinsipnya kebermanfaatan di setiap lini," katanya.

Ia menyebut perkembangan AI tak hanya berkapak ke bagian manajemen melainkan semua lini industri. Untuk itu, Dede Yusuf mengingatkan efisiensi jangan justru dikaitkan dengan pengurangan jumlah ASN.

"Hal ini sebetulnya sesama seperti bumi kerja lainnya nan terimbas oleh industri 4.0 apalagi sekarang sudah Era 5.0 artinya ketika bumi swasta berubah menuju kerjasama dengan digital maka government pun juga kudu mengikuti perubahan," kata Dede.

"Jadi efisiensi itu jangan dipandang pengurangan jumlah ASN tapi penempatan nan sesuai dengan kemajuan era dan tuntutan pekerjaan masa depan," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala LAN Muhammad Taufik mengatakan pihaknya telah melakukan transformasi pengembangan kompetensi ASN. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan kompetensi ASN dengan pembelajaran di bagian AI.

"Capaian penyelenggaraan transformasi pengembangan kompetensi selama kurang lebih nyaris 2 tahun ini dilakukan dengan gimana melakukan transformasi memperkuat ekosistem pembelajaran nan melibatkan beragam pihak termasuk banyak start-up-start-up teknologi mengenai private sector nan bergerak di bagian terutama kita mau memperkuat pengembangan kompetensi di bagian AI," kata Taufik.

Dia membeberkan LAN bekerja sama dengan beragam perusahaan teknologi, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk meningkatkan kompetensi ASN.

"Kita tidak hanya apa mitra dari apa dalam negeri, tapi juga luar negeri, ya. Tidak hanya pemerintah, tapi juga dari swasta, seperti Microsoft, Google, ada Amazon Web Services, dan seterusnya," ujarnya.

"Dan ini kita harapkan memudahkan bagi ASN belajar secara berdampak, belajar nan betul-betul kemudian berorientasi pada outcome," imbuhnya.

(dwr/gbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News