Evaluasi Menyeluruh, Kapolda Riau Rotasi Besar-besaran Perkuat Perang Lawan Narkoba

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Pekanbaru -

Kepolisian Daerah (Polda) Riau melakukan pertimbangan menyeluruh dalam merespons dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir. Setelah mencopot Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim, Polda Riau bakal melakukan rotasi besar-besaran.

Sebelumnya, Polda Riau telah lebih dulu mengambil langkah awal dengan mencopot Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim setelah terjadi tindakan ricuh nan menjadi perhatian publik. Keputusan tersebut diambil sebagai corak akuntabilitas ketua dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan keputusan tersebut diambil melalui proses panjang dan pertimbangan menyeluruh nan melibatkan kegunaan pengawasan internal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan hasil pertimbangan dari Itwasda, Propam, serta melalui proses Wanjak nan panjang, kami melakukan penilaian secara komprehensif terhadap keahlian personel di Polsek Panipahan. Dari hasil tersebut, diputuskan bakal dilakukan rotasi besar nan menyasar para kanit dan personil nan bekerja di sana," ujar Irjen Herry Heryawan dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).

Langkah ini diambil sebagai corak penataan organisasi serta bagian dari upaya korektif untuk memastikan pelayanan kepolisian melangkah lebih optimal dan responsif dalam menghadapi situasi di lapangan.

"Kami mau memastikan bahwa kehadiran Polri betul-betul dirasakan oleh masyarakat, bisa menjaga stabilitas kamtibmas, sekaligus menjawab beragam dinamika nan berkembang," katanya.

Kapolda juga menekankan bahwa keputusan tersebut merupakan corak kepedulian dan respons lembaga terhadap aspirasi masyarakat Panipahan yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan keresahan terhadap situasi keamanan di wilayahnya.

"Kami mendengar aspirasi masyarakat. Apa nan menjadi kegelisahan penduduk Panipahan menjadi perhatian serius bagi kami. Karena itu, setiap langkah nan kami ambil tidak hanya berbasis pada hasil pertimbangan internal, tetapi juga sebagai corak tanggung jawab moral untuk menghadirkan rasa kondusif di tengah masyarakat," tegasnya.

Dalam konteks nan lebih luas, Kapolda menegaskan bahwa pembenahan di Panipahan juga diiringi dengan langkah strategis dalam pemberantasan narkoba nan menjadi salah satu akar persoalan di wilayah tersebut.

Dengan rangkaian langkah berjenjang ini, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan internal secara serius, sekaligus memastikan bahwa setiap personel nan bekerja di lapangan mempunyai kapasitas, integritas, dan sensitivitas terhadap kebutuhan masyarakat, serta bisa menjawab tantangan besar seperti pemberantasan narkoba dan pemulihan kepercayaan publik.


Satgas Antinarkoba

Dalam upaya memerangi narkoba, Polda Riau telah membentuk Satuan Tugas Antinarkoba nan melibatkan kegunaan pengawasan dan penegakan norma secara terpadu. Pembentukan satgas ini sebagai corak komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkotika.

"Penanganan narkoba tidak bisa dilakukan secara biasa. Kami sudah membentuk Satgas Anti Narkoba nan tidak hanya konsentrasi pada penindakan, tetapi juga melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap keahlian internal, sehingga tidak ada ruang bagi penyimpangan," tegasnya.

Selain upaya penegakan hukum, Polda Riau juga bakal mendorong pendekatan nan lebih komprehensif melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau untuk mencanangkan Panipahan sebagai desa alias kampung Bersih dari Narkoba (Bersinar).

"Ke depan, Panipahan bakal kita sorong menjadi kampung Bersinar. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya membangun ketahanan sosial masyarakat agar bisa menolak dan melawan narkoba secara kolektif," kata Kapolda.

Sebagai penguatan upaya pencegahan, Polda Riau juga bakal menunjuk dan menggandeng duta-duta anti narkoba dari beragam kalangan masyarakat, termasuk tokoh pemuda, mahasiswa, dan organisasi lokal, untuk menjadi pemasok perubahan di lingkungan masing-masing.

"Kami mau aktivitas melawan narkoba ini tidak hanya dilakukan oleh aparat, tetapi juga menjadi aktivitas bersama. Karena itu, kami bakal melibatkan duta-duta anti narkoba agar pesan ini sampai langsung ke masyarakat," ujarnya.

(mea/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News