Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan penyesuaian nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) saat ini tetap berada jauh di bawah nilai keekonomian nan seharusnya.
Hal itu terlihat pada nilai BBM dengan spesifikasi sama nan dijual oleh negara tetangga.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa penentuan nilai produk non-subsidi memang mengikuti sistem pasar internasional. Ia menyebut bahwa parameter pembentuk nilai mencakup biaya pengadaan minyak mentah, biaya distribusi, biaya penyimpanan, hingga komponen pajak nan kudu ditanggung perusahaan.
"Kalau kita berbincang nilai keekonomian untuk BBM non-subsidi khususnya RON 92, jika kita memandang negara tetangga itu di nomor Rp 20-21 ribu (per liter). Jadi kenaikan alias penyesuaian nan dilakukan sekarang ini sebenarnya tetap jauh di bawah nilai keekonomian," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Jumat (12/6/2026).
Pemerintah menegaskan bahwa pilihan melakukan penyesuaian nilai tersebut bermaksud agar badan upaya penyalur BBM tetap bisa menjaga kesiapan pasokan secara berkelanjutan. Meskipun nilai Pertamax naik, pemerintah memberikan agunan bahwa golongan masyarakat rentan dan miskin tetap terlindungi melalui stabilitas nilai BBM bersubsidi.
"Pertalite tidak bakal naik, biosolar alias solar subsidi juga tidak bakal naik. Karena ini nan bakal berpengaruh sangat besar. Kemudian jika bicara, ini kan pengaruh dominionnya pasti ada. Tentu, pasti. Pemerintah juga memahami ini dan tidak bisa mengindahkan bahwa kebenaran itu ada," imbuhnya.
Pemerintah memastikan tidak bakal ada patokan baru nan menyulitkan pengguna kendaraan roda dua. Fokus pengawasan saat ini diarahkan pada upaya mencegah praktik penimbunan alias penyalahgunaan kuota subsidi di lapangan agar tidak terjadi kelangkaan.
"Untuk motor tidak bakal ada pembatasan apapun. Itu sudah jelas disampaikan oleh Pak Menteri bahwa untuk kendaraan roda 2 bebas. Tapi jangan juga ada praktik-praktik helikopter nan bolak-balik tangkinya diisi bolak-balik SPBU kan juga banyak tuh," tandasnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·