Emiten kawasan industri, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), menargetkan marketing sales alias penjualan lahan sebesar Rp 600 miliar pada tahun ini. Target tersebut dengan tetap menjaga pertumbuhan pendapatan berulang secara stabil. Sejumlah sektor potensial nan menjadi sasaran utama pemasaran lahan antara lain Warehouse dan Logistic, Consumer Goods, Food and Beverage (F&B), serta Data Center.
“Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, Bekasi Fajar tetap konsentrasi mengembangkan upaya area industri. Perseroan melanjutkan pengembangan area BeFa MM2100, termasuk Cluster Data Center guna memenuhi kebutuhan industri berteknologi tinggi,” ujar Media Relations PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk, Rika Mandasari, dalam keterangannya, Kamis (18/6).
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan segmen komersial melalui BeFa Industrial Hub nan menawarkan gedung pabrik standar multiguna. Langkah ini diharapkan dapat membuka sumber pendapatan baru sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan nan tersedia.
Rika menambahkan, dengan pengalaman lebih dari tiga dasawarsa dalam pengembangan area industri, Bekasi Fajar optimistis permintaan terhadap area industri nan ahli dan terintegrasi bakal terus meningkat.
“Perseroan bakal melanjutkan pengembangan akomodasi dan prasarana di Kawasan Industri MM2100 Bekasi. Nilai area diperkirakan semakin meningkat seiring pembangunan beragam proyek prasarana strategis nasional,” tegasnya.
Kawasan MM2100 bakal dilintasi proyek Jalan Tol JORR II Cibitung–Cilincing nan bakal meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas kawasan. Selain itu, area tersebut juga bakal memperoleh faedah dari pengembangan LRT, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, ekspansi Pelabuhan Tanjung Priok, serta pembangunan Pelabuhan Patimban.
Dengan beragam proyek prasarana pendukung tersebut, Bekasi Fajar optimistis area MM2100 bakal semakin menarik bagi penanammodal dan pelaku industri dalam beberapa tahun ke depan.
Selama 2025, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 427 miliar, ditopang dari penjualan lahan sebesar Rp 220 miliar dan sisanya berasal dari recurring income seperti maintenance fee, service charges, air, dan sewa sebesar Rp 207 miliar. Laba bersih perseroan di tahun lampau mencapai Rp 30 miliar.
Perseroan juga mencatat pendapatan sebesar Rp 90 miliar pada kuartal I 2026, meningkat dua kali lipat dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya sebesar Rp 45 miliar.
“Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan berulang alias recurring income dari Rp 45 miliar menjadi Rp 54 miliar, serta mulai adanya kontribusi dari penjualan lahan. Dari sisi profitabilitas, Bekasi Fajar sukses membalikkan kondisi finansial dari rugi bersih Rp 33 miliar pada kuartal pertama 2025 menjadi untung bersih Rp 9 miliar pada kuartal pertama 2026. Margin untung bersih juga mengalami peningkatan signifikan dari minus 73 persen menjadi positif 10 persen,” jelasnya.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·