JAKARTA - Sebuah email nan bocor menunjukkan bahwa Departemen Perang Amerika Serikat (AS) alias Pentagon telah menguraikan serangkaian opsi nan bermaksud untuk menghukum negara-negara NATO nan menolak seruan untuk membantu dalam perang melawan Iran, menangguhkan keanggotaan Spanyol di NATO, serta melemahkan support AS untuk kendali teritorial Inggris atas Kepulauan Falkland.
Email internal tersebut menggambarkan rasa frustrasi Washington terhadap beberapa negara NATO lantaran menghalangi pasukan AS menggunakan pangkalan udara di wilayah mereka untuk mengisi bahan bakar pesawat militer, serta menutup wilayah udara mereka saat pesawat AS dalam perjalanan untuk mengebom Iran.
Penolakan akses terhadap kewenangan pangkalan dan penerbangan lintas wilayah—yang dikenal sebagai ABO—dirinci dalam email nan pertama kali dilaporkan oleh Reuters sebagai "hanyalah dasar absolut bagi NATO", menurut seorang pejabat anonim dalam laporan tersebut.
Pembalasan Terhadap Inggris dan Spanyol
Sementara itu, seorang sumber senior NATO mengatakan kepada Euronews bahwa nada nan diungkapkan dalam email tersebut "tidak mengejutkan" mengingat "ketidakpuasan Presiden AS Donald Trump terhadap Eropa, dan khususnya Spanyol".
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez telah menjadi bunyi Eropa nan paling vokal menentang perang AS-Israel di Iran. Sejak awal perang, ketika negara-negara lain menawarkan support diam-diam terhadap serangan tersebut, Spanyol menolak akses AS untuk menggunakan pangkalan militer nan dioperasikan berbareng di wilayah Spanyol, serta mengecam serangan di Iran sebagai "intervensi militer nan tidak berdasar dan berbahaya".
Trump telah lama menunjukkan kekecewaan terhadap Spanyol, terutama setelah Madrid menolak meningkatkan pengeluaran militer dari 2,1% PDB menjadi 5% sesuai dengan komitmen dari semua sekutu NATO lainnya. Sánchez sendiri menolak mengomentari laporan tentang email Pentagon tersebut, mengatakan bahwa pemerintah berjuntai pada “dokumen dan posisi resmi, bukan komunikasi informal”.
Email Pentagon, nan dilaporkan berasal dari eselon tinggi Departemen Pertahanan AS, juga mempertimbangkan untuk mencari pembalasan terhadap Inggris setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara terbuka menolak untuk berasosiasi dalam perang.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·