Ekspor Pupuk ke Australia, Indonesia Diperhitungkan dalam Stabilitas Pangan Global

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Mentan sebut RI kian diperhitungkan usai ekspor pupuk ke Australia.

, JAKARTA, – Indonesia semakin diakui dalam menjaga stabilitas pangan area dengan dimulainya ekspor pupuk urea ke Australia. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan langkah ini menunjukkan kepercayaan dunia terhadap keahlian Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan, meski di tengah ketidakpastian geopolitik.

Ekspor ini merupakan bagian dari kerja sama Government-to-Government (G2G) antara Indonesia dan Australia. Dalam kesempatan pelepasan ekspor di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, sebanyak 47.250 ton pupuk urea dikirim sebagai tahap awal dari total komitmen 250.000 ton. Target ekspor ini apalagi dapat meningkat hingga 500.000 ton dengan nilai mencapai Rp7 triliun.

Amran mengungkapkan bahwa hubungan kerja sama dengan Australia di sektor pangan semakin menguat. Dia menerima apresiasi langsung dari Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia Julie Collins MP atas support pasokan pupuk dari Indonesia. Apresiasi ini juga disampaikan oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese kepada Presiden Prabowo Subianto melalui komunikasi telepon, menandakan kemitraan strategis nan semakin erat antara kedua negara.

Menurut Amran, ekspor pupuk ini menandai peran baru Indonesia dalam rantai pasok pangan global. Meski demikian, kebutuhan pupuk dalam negeri tetap menjadi prioritas pemerintah. Dengan produksi urea nasional nan mencapai 7,8 juta ton dan kebutuhan domestik sebesar 6,3 juta ton, Indonesia mempunyai surplus sekitar 1,5 juta ton nan dapat dimanfaatkan untuk pasar ekspor.

Penguatan industri pupuk menjadi fondasi krusial bagi swasembada pangan nasional, dengan kesiapan pupuk nan cukup dan pengedaran nan efisien diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian nasional.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional