Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan puluhan orang lainnya. Bupati Anom ditangkap lantaran diduga bermain proyek hingga jual-beli jabatan.
Berdasarkan catatan detikcom, Kamis (30/7/2026), Bupati Anom ditangkap pada Rabu (29/7) kemarin. Penangkapan nan berkepentingan dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.
"Benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto kepada wartawan, Rabu (29/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total 21 Orang Diamankan KPK
KPK membeberkan total ada 21 orang nan diamankan dari OTT tersebut, termasuk Bupati Anom. Dari jumlah itu, ada lima orang nan diamankan di Jakarta.
"Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim mengamankan sejumlah 21 orang. Lima orang diamankan di Jakarta," kata jubir KPK Budi Prasetyo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Dia mengatakan 16 orang lainnya diamankan KPK di Pemalang dan Purworejo. Dia mengatakan 12 orang bakal diperiksa lebih lanjut di gedung KPK.
"15 orang diamankan di Pemalang, dan satu orang diamankan di Purworejo. Adapun dari 21 orang tersebut, nantinya 12 orang bakal dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di gedung KPK Merah Putih," ujarnya.
KPK Sita Rp 2 Miliar
Dari OTT tersebut, KPK mengamankan total duit Rp 2 miliar. Ada juga peralatan bukti lainnya nan turut diamankan KPK.
"Tim juga mengamankan peralatan bukti di antaranya duit tunai sejumlah lebih dari Rp 2 miliar. Dan tentunya peralatan bukti-barang bukti lainnya juga diamankan dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan ini," kata Budi Prasetyo.
Diduga Main Proyek dan Jual-Beli Jabatan
Selanjutnya, KPK membeberkan kasus nan menjerat Bupati Anom tersebut. OTT ini berangkaian dengan penerimaan oleh Bupati Anom nan mengenai dengan proyek.
"Adapun aktivitas penyelidikan tertutup nan dilakukan oleh tim KPK ini diduga berangkaian dengan penerimaan-penerimaan nan dilakukan oleh bupati berangkaian dengan proyek," ujar Budi.
KPK belum menjelaskan korupsi proyek nan diduga dilakukan Anom. Temuan itu tetap bakal didalami penyelidik saat gelar perkara berbareng ketua KPK.
"Apakah itu kelak bangunan pasalnya adalah penyuapan ataupun pemerasan mengenai dengan proyek-proyek di Kabupaten Pemalang, tentu kelak bakal dipaparkan dan dibahas dalam ekspose," ucapnya.
Budi mengatakan OTT Bupati Anom ini juga berangkaian dengan dugaan korupsi jual-beli jabatan.
"Selain itu, juga ada dugaan penerimaan nan dilakukan oleh bupati berangkaian dengan jual beli kedudukan di lingkungan Pemkab Pemalang," tuturnya.
Kantor dan Rumah Kerabat Bupati Pemalang Disegel
Setelah melakukan OTT, KPK kemudian mengambil langkah terhadap sejumlah letak nan jadi sasaran penggeledahan. KPK menyegel lokasi-lokasi tersebut.
Salah satu nan disegel KPK adalah instansi Kepala DPUPR Pemalang. Kantor tersebut ditempeli stiker segel KPK.
KPK juga melakukan penyegelan dua rumah nan berada di Perumahan Mutiara Residence, Pemalang, Selasa (28/7) malam. Rumah nan disegel KPK tersebut berada di Blok B dan Blok C.
Rumah nan disegel di Blok B diketahui merupakan kediaman laki-laki berinisial O nan disebut-sebut merupakan kontraktor dan kerabat Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.
(maa/maa)
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·