Ekshumasi Sutrimo, Tim Dokter Tak Temukan Luka Benda Tajam-Tumpul

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim master forensik tidak menemukan ada jejak luka barang tumpul maupun tajam berasas pemeriksaan visual terhadap jenazah laki-laki berjulukan Sutrimo.

Diketahui, Polda Metro Jaya berbareng tim master forensik melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8) hari ini. Proses ekshumasi itu berjalan selama kurang lebih 3,5 jam mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB.

"Dari hasil pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam, secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka nan di mana diakibatkan oleh lantaran kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam," kata Kepala Tim Dokter Forensik, Prof. Yudi dalam konvensi pers, Rabu (12/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan Yudi, pihaknya telah mengambil sejumlah sampel untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan guna mencari penyebab kematian Sutrimo.

"Kami melakukan pemeriksaan di antaranya ialah adalah pemeriksaan histopatolog, nah kelak bakal dilakukan oleh master ahli patologi anatomi, pemeriksaan toksikologi ialah untuk mencari apakah adanya racun dan lain sebagainya, kelak bakal dilakukan oleh Puslabfor," tutur dia.

"Sedangkan nan terakhir, kami tetap mengupayakan untuk proses identifikasi dan juga untuk mencari penyebab kematian nan lebih lengkap, ialah dengan pemeriksaan DNA," sambungnya.

Yudi menyebut nantinya penyebab kematian korban bakal disimpulkan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan oleh tim dokter.

"Saat ini proses untuk finalisasi tetap tetap berjalan menunggu sampai hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut ialah pemeriksaan histopatologi, pemeriksaan toksikologi, dan pemeriksaan DNA," ujarnya.

Diketahui, Polda Metro Jaya melakukan proses ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8) hari ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses investigasi untuk memperoleh bukti medis dan ilmiah guna mengungkap penyebab kematian almarhum.

"Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan. Kegiatan ini terlaksana melalui kerjasama Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas," kata Budi dalam keterangannya.

Di sisi lain, eks Jampidsus, Febrie Adriansyah telah membantah info nan menyebut bahwa Sutrimo berstatus sebagai kepala rumah tangga (Karumga).

Firman Wijaya, salah satu tim kuasa norma Febrie menyebut Sutrimo lebih banyak bekerja menjaga rumah kosong dan tinggal di sana. Sutrimo juga sering pulang kampung alias mengambil pekerjaan lain sehingga dia tidak terus-terusan bekerja dengan Febrie.

"Jadi posisi almarhum bukan sebagai karumga seperti nan banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah nan kosong dan tinggal di sana," kata Firman dalam keterangannya.

(dis/ugo)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional