Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Tim Forensik Ambil Sejumlah Sampel

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim forensik bakal mengambil sejumlah sampel dalam proses ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

Ketua Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI)I Brigjen dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan sampel itu selanjutnya akan diperiksa di laboratorium. Dari pemeriksaan itu diharapkan bisa diketahui ihwal penyebab kematian Sutrimo.

"Prosesnya kan kita pengambilan sampel. Kita tidak langsung menyatakan apa, bagaimana, kelak mungkin nunggu hasil lab," kata Hastry kepada wartawan, Rabu (12/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu menjelaskan apakah kematian tersebut berkarakter alamiah alias tidak alamiah," sambungnya.

Diketahui proses ini turut melibatkan master ahli forensik hingga medikolegal. Selain itu, sejumlah mahir juga dilibatkan mulai dari mahir laboratorium forensik, toksikologi, DNA, serta histopatologi anatomi.

"Kami bekerja secara menyeluruh dan komprehensif berasas hasil pemeriksaan medis dan laboratorium," ucap Hastry.

Di sisi lain, Hastry mengakui kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan. Sebab, Sutrimo telah dimakamkan sejak 23 Juli lalu.

Namun, Hastry menyebut kondisi tanah di area pemakaman nan terbilang kering diharapkan dapat membantu proses ekshumasi ini.

"Berdasarkan geografis di sini dan tanah juga cukup kering dan bagus, kesulitan mungkin bisa minimal ya. Bisa kita dapatkan mungkin jenazah tetap dalam keadaan bagus," ujarnya.

Diketahui, Polda Metro Jaya melakukan proses ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8) hari ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan proses ekshumasi mulai dilakukan pada sekitar pukul 09.30 WIB. Kata dia, ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses investigasi untuk memperoleh bukti medis dan ilmiah guna mengungkap penyebab kematian almarhum.

"Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan. Kegiatan ini terlaksana melalui kerjasama Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas," kata Budi dalam keterangannya.

(ugo/dis)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional