Ekosistem MICE Yogyakarta Makin Kuat

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Ekosistem MICE Yogyakarta Makin Kuat Ilustrasi gedung akomodasi untuk kebutuhan MICE di Yogyakarta nan tengah dikembangkan SWID.(Dok. MI)

BESARNYA kebutuhan akomodasi untuk aktivitas meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) mendorong penambahan kapabilitas hotel dan ruang pertemuan di Yogyakarta. Salah satunya dilakukan PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) melalui penambahan 219 bilik hotel serta pembangunan ballroom baru.

Direktur Utama SWID, Bogat Agus Riyono, mengatakan pasar wisata dan MICE Yogyakarta tetap mempunyai ruang pertumbuhan nan besar.

“Yogyakarta merupakan salah satu lokasi wisata dan MICE nan paling diminati di Indonesia setelah Bali. Potensinya sangat besar,” kata Bogat.

Berdasarkan info nan diterima, The Royal Alana Yogyakarta nan mempunyai 219 bilik dijadwalkan dibuka pada 27 Agustus 2026. Kehadiran hotel tersebut bakal menambah kapabilitas akomodasi di area nan sebelumnya telah dilayani The Alana Yogyakarta dengan 264 kamar.

Bogat mengatakan, penambahan bilik tersebut terutama diarahkan untuk menangkap kebutuhan peserta kegiatan MICE. Saat ini, akomodasi MICE The Alana Yogyakarta dapat menampung hingga 3.000 orang, sementara kapabilitas bilik hotel hanya 264 kamar.

Kondisi itu membikin sebagian kebutuhan penginapan peserta aktivitas selama ini tetap kudu dipenuhi oleh hotel-hotel lain di sekitar lokasi.

Menurut dia, tambahan 219 bilik di The Royal Alana bakal memungkinkan kebutuhan akomodasi dari aktivitas berskala besar ditangkap lebih optimal.

Perusahaan memperkirakan pendapatan campuran The Alana Yogyakarta dan The Royal Alana dapat meningkat hingga 50% dibandingkan pendapatan nan ada saat ini.

Ekspansi di sektor MICE juga dilakukan melalui pembangunan ballroom baru INNSiDE by Melia Yogyakarta. Groundbreaking akomodasi tersebut dijadwalkan berjalan pada hari nan sama dengan pembukaan The Royal Alana.

Ballroom baru itu diproyeksikan meningkatkan keahlian hotel menerima aktivitas dengan jumlah peserta lebih besar. Bertambahnya aktivitas MICE selanjutnya diharapkan ikut meningkatkan tingkat okupansi bilik dan pendapatan hotel.

Ekspansi tersebut menunjukkan bahwa pasar MICE menjadi salah satu segmen nan semakin diperhitungkan pelaku industri perhotelan Yogyakarta, terutama lantaran kebutuhan penyelenggaraan aktivitas tidak hanya berangkaian dengan ruang pertemuan, tetapi juga kesiapan bilik dalam jumlah besar. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia