Ekonom Beberkan 70% Tekanan Rupiah Bersumber dari Dalam Negeri

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan genting seng pada gedung rumah. Hal ini merupakan program gentengisasi adalah program nasional pendapat Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti genting rumah berbahan seng alias asbes dengan genteng

Selain aspek kesehatan, dia juga menekankan pentingnya menjaga estetika lingkungan demi memajukan sektor pariwisata.Hal ini diungkapkan saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

"Estetika, keelokan kudu kita pertahankan," kata Prabowo.

Dia mengatakan masyarakat Indonesia pada umumnya di masa lampau tidak menggunakan seng sebagai material genting rumah. Menurutnya masyarakat telah mengenal lama penggunaan genteng hingga bahan seperti ijuk.

Aslinya bangsa Indonesia tidak pakai seng. Kalau perlu kita kembali pakai ijuk, kembali pakai rumbai. Kalau tidak, kita kudu cari. Rakyat kita dari dulu bisa bikin genteng kok. Genteng bukan teknologi baru, rakyat kita dari dulu pakai genteng," kata Prabowo.

Menurutnya, penggunaan seng mempunyai kelemahan mudah berkarat. Dia cemas adanya karat dan bahan kimia dari material gedung dapat berakibat pada kesehatan masyarakat.

"Seng ini sigap berkarat, karat ini tidak baik untuk kesehatan. Begitu banyak kelak penyakit paru-paru tanpa kita sadari. Orang-orang muda sudah kena kanker paru-paru padahal dia enggak merokok. Dari mana? Ya dari karat, dari asbes, dari macam-macam kimiawi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meminta kepala wilayah dari level gubernur - walikota untuk memperhatikan pelestarian lingkungan dan kebersihan masing-masing daerah.

Dia menambahkan bahwa Indonesia kudu membangun gambaran sebagai negara nan bersih, bagus dan terawat. Serta tidak boleh ada lagi sampah berceceran maupun gedung terbengkalai untuk meningkatkan daya tarik Indonesia di mata dunia.

"Tidak boleh ada sampah nan liar, tidak boleh ada gedung nan tidak terawat, tidak boleh ada karat di mana-mana. Kita kudu rubah dan kita bisa rubah. Kita ciptakan Indonesia nan cemerlang, nan beautiful, nan indah. Kita ciptakan Indonesia nan menarik," katanya.

(chd/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News