Makassar, CNN Indonesia --
Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencopot Lurah Poasia, ZM (53) dan Lurah Talia, RAK (41) dari jabatannya setelah ketahuan menggelar pesta minuman keras (keras) berbareng dua wanita di instansi Kelurahan Poasia hingga nyaris jadi sasaran amukan warga.
"Menyikapi kejadian ini, kita nonaktifkan keduanya untuk menyelesaikan persoalan mereka," kata Kepala BKPSDM Kendari, Alfian dalam keterangannya, Minggu (14/6).
Alfian mengaku pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat mengenai kejadian tersebut nan terjadi pada Jumat (12/6) kemarin, sehingga dilakukan koordinasi dengan ketua wilayahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemkot membenarkan memang ada info dari masyarakat. Kami telah konfirmasi kepada Camat Abeli," ujarnya.
Sementara ini, kata Alfian, pemerintah dalam waktu dekat bakal menunjuk pelaksana tugas (Plt).
Pemkot Kendari pun memastikan proses pelayanan di dua instansi lurah dipastikan tetap melangkah sesuai hari-hari biasanya.
"Untuk sementara, tugas-tugas pemerintahan bakal dijalankan oleh pejabat pelaksana tugas untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan di wilayahnya sampai ditunjuk pejabat definitif," jelasnya.
Sebelumnya, petugas kepolisian mengamankan dua oknum lurah di Kota Kendari setelah nyaris menjadi sasaran amukan penduduk usai kepergok pesta minuman keras (miras) di instansi Lurah Poasia berbareng wanita nan diduga pekerja seks komersial (PSK).
"Iya betul, petugas mengamankan kedua lurah tersebut berbareng dua wanita," kata Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, Minggu (14/6).
Peristiwa terjadi pada Jumat (12/6) malam, di mana diduga Lurah Poasia, ZM dan Lurah Talia, RAK menggelar aktivitas pesta miras di instansi Lurah Poasia sembari memesan dua wanita melalui aplikasi.
Namun, mereka terlibat cekcok, lantaran nilai nan disepakatinya sebelumnya nan diberikan tidak sesuai.
Akibat pertengkaran itu, didengar dan didatangi sejumlah masyarakat setempat. Namun, penduduk emosi setelah memandang kondisi instansi pemerintahan tersebut dijadikan sebagai letak prostitusi.
"Dua wanita ini dipesan melalui aplikasi hijau, sementara ini tetap kita dalami," ungkap Welliwanto akhir pekan lalu.
(mir/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·