Dua Lubang Hitam Supermasif Bergabung di Tata Surya

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

loading...

NEW YORK - Terletak 500 juta tahun sinar dari Bumi, sebuah lubang hitam supermasif sedang berasosiasi dengan lubang hitam lainnya, sebuah proses nan dapat diselesaikan dalam satu abad.

Sebuah studi terbaru nan diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society mengungkapkan bahwa para astronom telah menemukan sepasang lubang hitam supermasif nan berputar semakin dekat dan berada di periode tabrakan dahsyat.

Lubang hitam supermasif biasanya mempunyai massa ratusan juta hingga miliaran kali massa Matahari. Penggabungan lubang hitam bukanlah perihal nan jarang terjadi dalam skala kosmik, tetapi sistem seperti ini, dalam fase spiral terakhirnya dan bakal bertabrakan, sangatlah langka.

Lebih krusial lagi, ini bakal menjadi pertama kalinya dalam sejarah manusia kita mempunyai kesempatan untuk mengawasi penggabungan lubang hitam supermasif nan begitu besar.

Para ilmuwanmemperkirakan bahwa penggabungan dua lubang hitam ini dapat terjadi dalam waktu 100 tahun dan dapat dideteksi oleh detektor gelombang gravitasi di Bumi. Ini adalah peristiwa nan sangat singkat dalam sejarah panjang alam semesta, tetapi memberikan kesempatan pengamatan nan langka bagi umat manusia.

Silke Britzen, seorang astronom di Institut Max Planck untuk Astronomi Radio dan salah satu penulis berbareng studi baru ini, mengatakan: "Setelah penggabungan, kami memperkirakan bahwa salah satu dari dua lubang hitam bakal tetap ada. Saya sangat penasaran untuk memandang gimana 'tarian' di ruang angkasa ini bakal berlanjut."

Tim peneliti menganalisis galaksi Mark 501, nan terletak sekitar 500 juta tahun sinar dari Bumi, menggunakan info pengamatan dari teleskop radio selama 23 tahun. Sebelumnya, pusat galaksi ini dianggap sebagai quasar nan digerakkan oleh satu lubang hitam, nan memancarkan aliran daya terang dari intinya.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews