Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 10 Maret 2026 |08:22 WIB

Harga minyak bumi hari ini mencapai USD98,9 per barel alias meningkat 7%. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah segera melakukan mitigasi fiskal menyusul lonjakan nilai minyak bumi dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di tengah memanasnya bentrok Amerika Serikat–Israel dengan Iran. Harga minyak bumi hari ini mencapai USD98,9 per barel alias meningkat 7%.
Pada saat nan sama, tekanan dunia juga tercermin dari penguatan dolar AS, nan membikin nilai tukar rupiah menembus level Rp17.000 per dolar AS pada awal perdagangan Senin (9/3/2026).
Anggota DPR RI M. Sarmuji mengatakan kombinasi lonjakan nilai minyak dan penguatan dolar AS berpotensi memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama pada pos subsidi daya nan sangat sensitif terhadap perubahan nilai minyak dan nilai tukar.
“Lonjakan nilai minyak bumi di atas USD100 per barel dan penguatan dolar AS kudu segera direspons secara serius oleh pemerintah. Dampaknya terhadap APBN bisa sangat signifikan, terutama pada beban subsidi energi,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Selain itu, Sarmuji mengingatkan bahwa penguatan dolar AS juga membawa akibat langsung terhadap posisi utang luar negeri Indonesia. Ketika dolar menguat terhadap rupiah, nilai tanggungjawab utang nan berdenominasi dolar otomatis meningkat jika dihitung dalam rupiah.
“Penguatan dolar AS juga secara langsung meningkatkan beban utang luar negeri Indonesia dalam nilai rupiah. Artinya, tanggungjawab pembayaran pemerintah menjadi lebih besar ketika dikonversi ke rupiah,” katanya.
Ia meminta Kementerian Keuangan segera melakukan simulasi beragam skenario agar pemerintah dapat mengantisipasi akibat fiskal nan mungkin muncul andaikan kondisi dunia tersebut berlanjut.
“Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kudu segera melakukan simulasi dan mitigasi agar APBN kita tetap valid. Konsekuensi terhadap beban APBN pasti tinggi, terutama pada subsidi,” katanya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·