Ilustrasi(Dok Istimewa)
DOSEN dan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan serta Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial Unika Atma Jaya, Jakarta, mendampingi Kelompok Perempuan Pesisir di Desa Pantai Sederhana,Kecamatan Muaragembong,Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dalam pemanfaatan daun mangrove api-api (Avicennia marina) menjadi sabun cuci cair.
Pelatihan membuat sabun cair nan dilaksanakan tersebut didukung biaya hibah tahun anggaran 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, untuk skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PMB) dan lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Sabun cuci merupakan kebutuhan vital ibu-ibu rumah tangga untuk urusan kebersihan perangkat makan dan dapur. Dengan adanya alternatif sabun cair pencuci piring bermerek MUGRIN, ibu-ibu dapat menghemat pengeluaran sabun cuci nan biasanya mereka beli dua hingga tiga kali dalam seminggu di warung-warung terdekat.
Selama ini masyarakat di Desa Pantai Sederhana belum mengetahui faedah daun mangrove jenis api-api sebagai bahan alami sabun cuci cair. Hal itu diungkapkan Ibu Saonah selaku ketua kelompok, “Terus terang baru tahu jika daun api-api bisa dibuat sabun. Biasanya hanya buahnya dibikin kue klepon, Bu.”
Sabun cuci cair berbahan alami ekstrak mangrove api-api kondusif digunakan lantaran mengandung senyawa nan dapat menghalang pertumbuhan mikroba dan sebagai antioksidan. “Kandungan flavonoid dan tanin di dalam daun mangrove membuatnya kondusif untuk diolah menjadi sabun cuci. Itulah nan membedakan MUGRIN dengan sabun cuci lainnya,” ujar dr. Linawati Hananta, Ketua Pelaksana PKM (28/07).
MUGRIN volume 100 mL beraroma jeruk nipis merupakan penemuan pembersih sabun cuci cair nan saat ini siap diperkenalkan dan dipasarkan di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Kegiatan nan dimulai sejak April 2026 ini tetap bakal bersambung ke pendampingan dan monitoring hingga November 2026. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·