Pemprov Jabar melalui PT Jabar Environmental Solutions (JES) menandatangani perjanjian penjaminan dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/ PT PII mengenai proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional (TPPASR) Legok Nangka.
Penjaminan dari PT PII ini dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap proyek prasarana sektor lingkungan hidup nan selama ini mempunyai kompleksitas tinggi, baik dari sisi teknis maupun pembiayaan.
Plt. Direktur Utama PT PII, Andre Permana, menyampaikan, penjaminan nan diberikan PT PII merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kepastian investasi dan memperkuat kepantasan mendapat pembiayaan bank sehingga bisa menarik partisipasi swasta dalam pembangunan prasarana pengelolaan sampah nan berkelanjutan.
Penjaminan TPPASR Regional Legok Nangka merupakan pencapaian krusial bagi PT PII. Selain menjadi proyek KPBU pertama pada 2026, proyek ini juga merupakan proyek sektor persampahan pertama dalam portofolio penjaminan PT PII nan bakal memberikan faedah nan signifikan bagi lingkungan, masyarakat, dan perekonomian daerah.
"Proyek ini dapat mengurangi timbulan sampah, peningkatan kualitas jasa pengelolaan sampah, serta pembuatan nilai tambah dari pemanfaatan sampah menjadi energi”, jelas Andre, Kamis (4/6/2026).
KPBU TPPASR Legok Nangka menjadi tempat pengelolaan sampah untuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang dengan kapabilitas hingga 2.131 ton/hari.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa keberadaan TPPASR Legok Nangka diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mendukung pengelolaan sampah regional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap akomodasi pembuangan akhir nan telah mengalami keterbatasan kapasitas.
"Saya mengapresiasi peran PT PII nan telah memberikan penjaminan pemerintah untuk proyek ini lantaran perihal tersebut menjadi landasan kuat untuk memastikan proyek melangkah sesuai komitmen," kata Dedi.
Dengan teknologi waste-to-energy yang bisa mereduksi sampah hingga 85 persen dan menghasilkan daya listrik hingga 40,79 MW, Legok Nangka bakal menjadi tonggak transformasi pengelolaan sampah Jawa Barat nan modern, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Bandung Raya dan sekitarnya.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·