Dorong Kemandirian Pangan Berbasis Komunitas, Zulhas Lakukan Hal Ini

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan ke makam Presiden ke-4 KH. Abdurrahman Wahid di area Pesantren Tebu Ireng. Kunjungan ini juga menjadi bagian dari silaturahmi berbareng ketua pondok pesantren dalam membahas penguatan ketahanan pangan nasional.

Ziarah ini menjadi momen reflektif bahwa pemenuhan kebutuhan pangan tidak hanya berangkaian dengan aspek produksi, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan dan keberpihakan kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam memperkuat kebijakan pangan nan inklusif dan berkeadilan.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas melakukan pertemuan dengan Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz.

Dia menekankan bahwa pesantren mempunyai peran strategis dalam mendorong kemandirian pangan berbasis komunitas, antara lain melalui edukasi, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan nilai gotong royong di masyarakat. Upaya ini sejalan dengan penguatan program pemberdayaan pesantren dalam sektor pangan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan penerapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan pesantren sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi santri sekaligus penguatan ekosistem pangan.

"Kita tetap dan bakal terus mempercepat penerapan MBG di pesantren, sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi santri dan penguatan ketahanan pangan," ucap dia dikutip Sabtu (11/4/2026).

Zulhas juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik nan berpotensi mempengaruhi rantai pasok pangan.

"Dalam situasi dunia nan penuh ketidakpastian, kita kudu memperkuat kemandirian pangan nasional. Pemerintah tidak bisa melangkah sendiri, perlu sinergi dengan ustadz dan masyarakat," tambahnya.

Dia berambisi kunjungan ini dapat semakin memperkuat kerjasama antara pemerintah dan pesantren dalam membangun sistem pangan nan tangguh, inklusif, serta bisa menghadapi beragam tantangan global.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News