Komunis Amerika Ini Diujung Tanduk Gegara AS, Siapkan Manuver Darurat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Partai Komunis Kuba nan berkuasa secara resmi menyetujui paket kebijakan ekonomi darurat nan memuat langkah-langkah pasar bebas nan belum pernah terjadi sebelumnya pada Kamis. Kebijakan ini sengaja diambil demi membuka perekonomian pulau tersebut nan tengah terpuruk di tengah eskalasi tekanan dari Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Mengutip The Associated Press, Jumat (19/6/2026), arsip rahasia tersebut bakal segera diserahkan ke Majelis Nasional Kuba untuk meresmikan ekspansi kesempatan bagi perusahaan swasta. Selain itu, izin baru ini juga dirancang untuk memberikan otonomi nan lebih besar bagi pemerintah wilayah dan perusahaan milik negara, serta menarik lebih banyak investasi asing.

"Kuba memperkuat secara heroik dan kreatif, namun telah menanggung balasan nan biadab, tidak layak, dan tidak tertahankan terlalu lama, nan sekarang ditambah dengan ancaman agresi militer," ujar Presiden Miguel Díaz-Canel dalam pidato penutupan sidang Partai Komunis.

Reformasi ekonomi nan radikal ini dipicu oleh gelombang protes penduduk di beberapa lingkungan kota Havana nan memukul-mukul panci akibat pemadaman listrik nan kian meluas. Di sisi lain, tekanan internasional juga memuncak setelah AS menjatuhkan hukuman baru serta mendakwa mantan Presiden Raúl Castro atas kejadian penembakan pesawat sipil pada tahun 1996 silam.

Pihak Washington sendiri menyatakan tengah memantau ketat pergerakan politik di Havana untuk menentukan arah kebijakan diplomatik mereka selanjutnya. Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa negaranya siap memperbaiki hubungan bilateral jika pemerintah Kuba bersedia mengambil keputusan-keputusan nan cerdas.

"Kami bakal memandang apa nan mereka lakukan. Jika mereka membikin keputusan cerdas, kita bakal mempunyai hubungan nan jauh lebih baik dengan pulau tersebut," tegas Wakil Presiden AS JD Vance dalam konvensi pers di Gedung Putih.

Selain AS, Parlemen Uni Eropa turut melayangkan resolusi keras nan mengutuk represi sistematis oleh pemerintah Kuba sekaligus menuntut perubahan ekonomi dan politik nan mendalam. Uni Eropa apalagi mendesak penjatuhan hukuman nan menyasar langsung Presiden Díaz-Canel serta jejeran petinggi GAESA, sebuah konglomerat upaya nan dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba.

Menghadapi kepungan hukuman Barat, Díaz-Canel mengakui bahwa draf paket ekonomi darurat ini banyak mengangkat kisah sukses dari China dan Vietnam. Kedua negara komunis tersebut dinilai sukses memperkenalkan reformasi ekonomi berbasis pasar bebas namun tetap bisa mempertahankan sistem politik satu partai nan kuat.

(tps/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News