Ilustrasi(MI/FICKY RAMADHAN)
DOMPET Dhuafa meluncurkan program BesTeam (Bestian Sama Yatim) sebagai aktivitas kolaboratif untuk memperkuat pendampingan dan pemberdayaan anak yatim di Indonesia. Program nan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut diluncurkan di Gedung Antara Heritage Center, Jakarta, Kamis (18/6).
Peluncuran BesTeam menjadi langkah Dompet Dhuafa dalam mengintegrasikan beragam program pendampingan anak yatim nan selama ini telah melangkah agar semakin berakibat dan berkelanjutan. Hingga saat ini, program pendampingan yatim nan dijalankan Dompet Dhuafa telah menjangkau lebih dari 23.842 anak yatim dengan lebih dari 1.239 penerima faedah beasiswa.
Ketua Program BesTeam, Widodo mengatakan bahwa program ini lahir dari upaya untuk mengelaborasi beragam program nan telah ada menjadi sebuah aktivitas nan lebih dekat dengan masyarakat.
"Anak yatim memang mengalami kehilangan sosok nan dicintai dalam hidupnya. Namun kami meyakini mereka mempunyai potensi, bakat, dan semangat nan luar biasa untuk menjadi generasi nan cemerlang. Karena itu, tidak ada argumen bagi kita untuk tidak peduli," kata Widodo.
Menurutnya, terdapat jutaan anak yatim di Indonesia nan memerlukan support dan pendampingan agar bisa berkembang secara optimal. Karena itu, BesTeam datang untuk membujuk masyarakat menjadi bagian dari perjalanan tumbuh dan berkembangnya anak-anak yatim.
Widodo menjelaskan, istilah "Bestian Sama Yatim" dipilih untuk menggambarkan kedekatan antara masyarakat dan anak yatim. Sementara “BesTeam” dimaknai sebagai tim terbaik nan terdiri dari para donatur, relawan, mitra kolaborasi, dan seluruh pihak nan bersama-sama mendukung masa depan anak yatim.
"Kami mau masyarakat merasa lebih dekat dengan anak yatim. Ketika kita berkontribusi kepada mereka, maka kita menjadi bagian dari mereka, menjadi sahabat terbaik mereka. Karena itu kami menyebutnya Bestian Sama Yatim," jelasnya.
Melalui program tersebut, Dompet Dhuafa bakal memperkuat beragam intervensi mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi. Program-program nan dijalankan mencakup beasiswa pendidikan, support kesehatan dan pemenuhan gizi, pengembangan keterampilan, hingga support kewirausahaan bagi anak yatim nan telah memasuki usia produktif.
Selain menjangkau anak-anak yatim di beragam wilayah di Indonesia, program ini juga menyasar anak-anak yatim nan terdampak musibah serta mereka nan berada di wilayah bentrok kemanusiaan, termasuk Palestina.
Dalam kesempatan nan sama, Wakil Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Herdiansyah menegaskan bahwa pengalaman Dompet Dhuafa selama bertahun-tahun mendampingi anak yatim menunjukkan pentingnya pendekatan nan menyeluruh dalam proses pemberdayaan.
Menurutnya, beragam program danasiwa nan telah melangkah sukses mendorong anak-anak yatim untuk menembus perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
"Alhamdulillah, dengan penguatan dan pendampingan nan berkelanjutan, anak-anak yatim nan sebelumnya berada dalam keterbatasan bisa mengenyam pendidikan di kampus-kampus ternama. Ada nan lulus di Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada di bagian kedokteran, hingga Universitas Indonesia. Mereka bisa berdiri tegak dan sejajar dengan siapa pun," ujar Herdiansyah.
Ia menilai anak yatim mempunyai kewenangan nan sama untuk memperoleh kesempatan berkembang. Karena itu, support nan diberikan tidak cukup hanya berfokus pada satu aspek saja.
"Kami memandang satu instrumen penguatan tidak cukup. Jika hanya pendidikan nan dibantu, sering kali ada persoalan lain nan menghambat. Misalnya kebutuhan kesehatan alias ekonomi family nan mendesak sehingga support pendidikan terpakai untuk kebutuhan lain. Karena itu pendampingan kudu dilakukan secara holistik," katanya.
Herdiansyah menjelaskan, lingkaran kemiskinan nan dihadapi sebagian anak yatim menuntut adanya intervensi nan saling menguatkan antara sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ketiganya kudu melangkah beriringan agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
"Kalau ekonominya kuat tetapi kesehatannya terganggu, maka proses tumbuh kembangnya juga tidak maksimal. Sebaliknya, jika hanya dibantu kesehatannya tetapi akses pendidikan terbatas, mereka tetap kesulitan berkembang. Karena itu kami mendorong penguatan secara menyeluruh agar semua aspek pendukung kehidupan anak dapat terpenuhi," ucapnya.
Melalui BesTeam, Dompet Dhuafa berambisi dapat membangun ekosistem pendampingan anak yatim nan berkelanjutan, sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam memuliakan dan memberdayakan anak yatim agar tumbuh menjadi generasi nan mandiri, berdaya, dan bisa memberikan faedah bagi lingkungan sekitarnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·