Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) buka bunyi soal akibat pelemahan rupiah terhadap nilai komoditas impor. Ia memastikan, pemerintah bakal turun tangan jika lonjakan kurs membikin nilai pangan impor melampaui nilai satuan tertinggi (HET), maupun nilai referensi penjualan (HAP).
Perlu diketahui, nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Rabu (13/5/2026), menjelang libur panjang. Merujuk info Refinitiv, mata duit Garuda mengawali perdagangan dengan depresiasi 0,06% ke posisi Rp17.500/US$.
Pelemahan ini terjadi setelah pada penutupan perdagangan kemarin, rupiah juga terkoreksi tajam 0,49% ke level Rp17.490/US$. Posisi tersebut sekaligus menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa.
Adapun saat ditanya mengenai nasib komoditas pangan impor seperti kedelai, bawang putih, gandum, daging sapi, hingga gula dan jagung untuk kebutuhan industri, nan berpotensi terdampak kenaikan dolar AS, Zulhas menegaskan, pemerintah bakal bergerak sigap untuk menjaga nilai pangan tetap terkendali, agar tidak membebani masyarakat.
"Kita tetap bakal jaga. Kalau nilai itu melampaui HET alias HAP. Tentu pemerintah bakal turun tangan memberikan kudu subsidi," kata Zulhas saat ditemui di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026) pagi.
Foto: Warga melakukan penukaran mata duit rupiah ke dolar AS di Money Changer Valuta Artha Mas, Jakarta, Rabu (6/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Menurutnya, langkah intervensi bisa dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Ia menyebut pemerintah mempunyai anggaran untuk kondisi darurat alias gejolak nilai pangan nan tidak terduga.
"Baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten ada anggaran untuk musibah nan tidak terduga. Ada anggarannya itu. Jadi disubsidi. Apakah ongkosnya alias kah harganya," ujarnya.
Zulhas menekankan, respons sigap menjadi kunci utama untuk menahan gejolak nilai pangan, terutama komoditas impor nan sensitif terhadap pergerakan kurs dolar AS.
"Maka kita kudu bergerak cepat. Karena jika lambat kelak ibu-ibunya sudah mogok kan kita repot. Jadi kudu cepat," ucap dia.
Ia juga meminta kepala wilayah ikut aktif, mengendalikan nilai pangan di wilayah masing-masing andaikan terjadi lonjakan nilai akibat tekanan kurs, maupun gangguan distribusi.
"Saya membujuk bupati gubernur cepat. Cepat jika ada masalah di daerahmu. Cepat kita tanggapi bareng-bareng," ujar Zulhas.
Lebih lanjut, Zulhas menjelaskan pemerintah pusat bakal menangani beragam aspek strategis seperti persediaan pangan, distribusi, hingga support anggaran. Sementara pemerintah wilayah diminta ikut turun tangan sesuai kewenangannya.
"Yang pusat seperti Bulog kita handle, BGN kita handle, Kementerian Perhubungan tetap kita handle, APBN kita handle. Tapi jika tanggungjawab daerah, wilayah juga, kabupaten, wali kota, gubernur juga kudu sigap mengendalikan," tegasnya.
(wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·