Liputan6.com, Jakarta - Para seniman menggelar angan berbareng di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat (Jakpus), Senin (14/9/2026) malam.
Doa dipanjatkan untuk lima wartawan dan tiga kru kapal nan lenyap kontak di perairan Selat Sunda sejak 7 September 2026 saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau
Bertajuk panggung angan dan rindu, para seniman dari Front Penggerak Seni (FPS) TIM juga turut menyalakan lilin di depan TIM.
Selain itu, para seniman dengan khidmat juga mengisi panggung angan dan kangen dengan menampilkan puisi hingga lagu-lagu sebagai corak angan agar lima wartawan dan awak kapal nan lenyap segera ditemukan.
“Kembali lah kawan, kembali lah kami menunggu,” demikian bait puisi nan ditampilkan Seniman FPS TIM Wahyu Topeng.
Para seniman percaya angan nan dilangitkan untuk para wartawan dan awak kapal bakal dijabah oleh Tuhan. Mereka bermohon agar para wartawan dan awak kapal nan tetap lenyap bisa kembali dengan keadaan sebaik-baiknya sesuai kemauan Tuhan.
“Hari ini bunyi kami menyatu dalam angan agar engkau segera ditemukan dalam keadaan sehat walafiat. Jurnalis bukan sekedar pekerjaan mereka adalah penyampai kebenaran,” kata Seniman FPS TIM lainnya, Jack Al-Ghozali.
Di akhir aktivitas seniman bersama-sama menyanyikan lagu berjudul Arti Kehidupan, salah satu lagu legendaris dari Doel Sumbang nan dirilis pada 24 Juli 1996 dalam album berjudul Laut.
Lagu ini berpesan tentang kekuatan cinta sebagai prinsip utama dalam menjalani hidup serta kekuatan menghadapi cobaan.
Pencarian 5 Jurnalis Diperpanjang 3 Hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348266/original/028241600_1789400906-IMG_4545.jpg)
Perbesar
Operasi pencarian lima wartawan dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 nan lenyap kontak di Selat Sunda diperpanjang selama tiga hari. Tim SAR campuran bakal melanjutkan pencarian hingga Kamis, 17 September 2026.
"Dan hasil rapat koordinasi tadi nan disampaikan Pak Gubernur, kita bakal lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan," ujar Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, Senin, (14/09/2026).
Pencarian selama tiga hari ke depan tetap bakal menggunakan kekuatan nan sama, baik personel maupun peralatan. Namun, pengerahan sejumlah peralatan bakal disesuaikan dengan kondisi cuaca di sekitar letak pencarian.
Salah satunya penggunaan helikopter untuk pemantauan dari udara. Pengerahan helikopter kudu mempertimbangkan kondisi angin serta keberadaan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
"Tetap kita menggunakan metode menggunakan kapal ya, termasuk juga pemantauan melalui udara. Semua itu tergantung kelak kondisi cuaca seperti apa," jelasnya.
Al Amrad berambisi perpanjangan operasi SAR dapat meningkatkan kesempatan ditemukannya lima wartawan dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 nan hingga sekarang tetap belum diketahui keberadaannya.
"Jadi kita sudah tadi menyampaikan dari hari pertama sampai dengan hari ketujuh, itu kita pertimbangan kembali apa nan menjadi tantangan-tantangan kita dan objek nan mana nan belum kita lalui," terangnya.
Identitas 8 Orang Hilang
Delapan orang nan tetap dicari terdiri atas tiga awak speedboat, ialah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.
Sementara itu, lima wartawan nan lenyap ialah M. Bagus Khoirunnas (28) dari ANTARA, Ari Basuki (52) dari Merdeka.com, Yudhis (43) dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, serta Donal (51), wartawan lepas.
Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Salah satu wartawan kemudian mengirimkan titik letak terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Komunikasi dengan rombongan tercatat terakhir sekitar pukul 15.04 WIB.
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·