Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance(Andrew Harnik / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
WAKIL Presiden AS JD Vance mengungkapkan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengenai perjanjian tenteram belum dipublikasikan lantaran tetap ada sejumlah perincian teknis nan perlu diselesaikan.
"Beberapa perincian teknis nan perlu diselesaikan, nan tidak berangkaian dengan isi MoU, melainkan dengan pelaksanaannya," ujar Vance kepada NBC News, Selasa (16/6).
Vance juga menyebut peran dua negara ialah Qatar dan Pakistan nan membantu memfasilitasi perjanjian tersebut.
"Jika Iran mematuhi ketentuan dalam kesepakatan tersebut, maka faedah bakal mengalir kepada mereka," ucap Vance.
Vance mengatakan bahwa Iran diharapkan menjadi negara nan sukses dan bertindak layaknya negara normal. Ia berambisi dalam jangka panjang, Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.
Adapun salah satu poin utama dalam MoU tersebut adalah support dari AS dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memusnahkan stok uranium milik Iran. Ia menjelaskan bahwa IAEA dan Amerika Serikat bakal membantu Iran menghancurkan persediaan uranium.
Presiden AS Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan telah melakukan finalisasi nota kesepahaman antara AS dan Iran, Minggu (14/6). Nota kesepakatan itu ditandatangani secara resmi di Swis pada 19 Juni 2026. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·