Pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bandung(MI/NAVIANDRI)
DINAS Kesehatan Kota Bandung terus menguatkan upaya promotif dan preventif guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya dengan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung Deborah Johana Rattu, Kamis (9/4), menekankan pentingnya penemuan awal melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Karena pemeriksaan kesehatan sejak awal dapat mencegah penyakit berkembang lebih parah sekaligus menekan beban biaya pengobatan.
“Banyak kasus baru diketahui saat sudah muncul gejala, seperti gangguan penglihatan akibat gula hipertensi alias tekanan darah nan tidak terkontrol. Padahal, hal-hal tersebut bisa dimitigasi sejak awal,” jelasnya.
Menurut DIA, Pemkot Bandung saat ini berinvestasi pada jasa promotif dan preventif, termasuk penyediaan perangkat pemeriksaan kesehatan. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi beban pembiayaan pengobatan di masa depan nan condong tinggi.
Program CKG terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa terkecuali, tidak terbatas pada peserta BPJS maupun zonasi wilayah. "Warga dapat mengakses jasa di puskesmas terdekat maupun akomodasi kesehatan lainnya," tandasnya.
Selain itu, lanjut Deborah, Dinkes juga menghadirkan jasa jemput bola ke komunitas. Meski demikian, pemeriksaan di organisasi berkarakter dasar, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, serta tekanan darah. Untuk pemeriksaan lanjutan seperti rekam jantung (EKG), USG, hingga penemuan kanker, masyarakat tetap diarahkan ke akomodasi kesehatan.
“Dari pemeriksaan sederhana saja, kita sudah bisa memprediksi akibat kesehatan hingga 10 tahun ke depan. Ini berbasis info dan penelitian,” tuturnya.
Dia menyebut, Pemkot Bandung menargetkan minimal 46% dari total sekitar 2,5 juta masyarakat dapat memanfaatkan jasa ini. Target tersebut dinilai krusial untuk mendukung terwujudnya masyarakat nan sehat dan produktif.
Campak
Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit balang nan tetap berpotensi meningkat. Saat ini sekitar 70% kasus balang terjadi pada perseorangan nan belum mendapatkan imunisasi.
Kondisi ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya kembali kasus balang dalam beberapa waktu terakhir.
“Campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga bisa terjadi pada remaja hingga dewasa, terutama jika riwayat imunisasinya tidak lengkap,” imbuhnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·