Dilanda Kekeringan, Pemkab Bogor Bangun Sumur di Titik Sumber Air

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilanda kekeringan berkepanjangan. Sejumlah upaya dilakukan untuk menangani persoalan tersebut.

"Kekeringan kita hari ini melakukan perpanjangan kembali SK tanggap darurat untuk kekeringan. Kita juga memandang rilis dari BMKG nan memandang tren puncak musim kering belum sampai titik puncak," kata Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Senin (31/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai penanganan awal, pihaknya melakukan pengedaran air kepada 40 kecamatan nan terdampak. Di setiap titik distribusi, disiapkan juga toren sebagai wadah menampung air.

"Kitapun Pemerintah Kabupaten Bogor setiap hari tetap melakukan pengedaran air ke 40 kecamatan nan ada. Dan di beberapa titik letak nan ada kita sudah menyiapkan toren-toren," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga membangun sumur di titik-titik sumber air. Sehingga pengedaran air bisa dibagikan kepada masyarakat terdampak kekeringan.

"Lalu kita juga sudah membangun beberapa sumur-sumur di titik-titik sumber air nan bisa kita distribusikan untuk kepentingan masyarakat," imbuhnya.

Selain itu, Rudy juga meminta masyarakat agar tak membuang puntung rokok di semak-semak dan membakar sampah sembarangan. Sebab bisa memicu kebakaran lahan dan menyebar dengan cepat.

"Kita menghimbau kepada seluruh masyarakat, intensitas hujan sangat minim di Kabupaten Bogor. Banyak semak-semak nan kering, jangan buang puntung sembarangan. Dan jikalau mengetahui beberapa titik-titik api dan jangan membakar sampah sembarangan," sebutnya.

"Kalau ada beberapa titik-titik api, kita padamkan segera bersama-sama. Tentu kita jaga lingkungan bersama-sama, jaga Bogor bersama-sama untuk bangsa Indonesia," tambah dia.

Kekeringan juga berakibat pada sektor pertanian di wilayahnya. Ada beberapa varietas nan akhirnya tidak ditanam lantaran tandus berkepanjangan.

"Kebetulan musim kering sudah terjadi beberapa bulan ke belakang. Jadi beberapa lahan pertanian memang tidak ditanami tanaman pertanian nan biasa dijalankan, seperti padi. Karena tidak ada hujan, para petani juga belum bisa melakukan penanaman" pungkasnya.

(rdh/dek)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑