Foto Roket Zhuque-2E Y6 milik LandSpace nan terlihat di langit Australia.( Sumber: Facebook/Higgins Storm Chasing)
PENDUDUK Australia dikejutkan oleh pemandangan misterius di langit malam pada Selasa, (9/6). Sebuah objek bercahaya nan melintas di atas New South Wales dan Queensland sempat memicu kebingungan, dengan beragam spekulasi bermunculan mulai dari peluncuran SpaceX, meteor, hingga dugaan kemunculan UFO. Namun, mahir astrofisika dari University of Southern Queensland, Profesor Jonti Horner, mengungkapkan objek bercahaya itu rupanya merupakan roket Zhuque-2E Y6 milik perusahaan swasta asal Tiongkok, LandSpace.
Roket tersebut diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi pada pukul 18.20 waktu setempat dengan membawa dua satelit komunikasi direct-to-cell. Penampakannya mulai terlihat di langit Australia sekitar 20 menit setelah peluncuran.
Cahaya Spektakuler
Meski langit Australia sudah gelap, roket tersebut tampak terang benderang lantaran tetap terpapar sinar mentari di atmosfer atas. Cahaya biru-putih nan memukau nan disebut penduduk mirip iubur-ubur itu tercipta dari pancaran sinar mentari nan memantul pada gas nan dilepaskan roket.
"Ini pada dasarnya adalah roket nan mengeluarkan gas berlebihnya, membuangnya ke luar angkasa sebelum menyebarkan satelit-satelit tersebut," jelas Profesor Horner.
Ia menambahkan bahwa jika roket tersebut berada di bawah bayang-bayang Bumi dan tidak terkena sinar matahari, maka kejadian tersebut tidak bakal terlihat. Namun, lantaran posisinya nan cukup tinggi, awan gas nan dikeluarkan roket tersebut memantulkan sinar mentari sehingga tampak bersinar.
Para saksi mata juga melaporkan bahwa bola gas berwarna perak alias kebiruan tersebut perlahan berubah menjadi warna merah sebelum akhirnya menghilang. Profesor Horner menjelaskan bahwa perubahan warna itu terjadi lantaran roket dan kepulan gasnya mulai bergerak masuk ke dalam bayang-bayang Bumi.
"Kepulan gas ini dan roket di depannya hanya bergerak masuk ke dalam bayang-bayang Bumi. Saat Anda berada di waktu mentari terbenam, dan Anda memandang ke atas ke arah awan, alias Anda memandang ke Bumi di sekitar Anda, benda-benda berubah menjadi merah. Sama halnya dengan ini," ujarnya.
Profesor Horner berpesan agar masyarakat tidak heran jika memandang pemandangan serupa di masa depan. Mengingat industri ruang angkasa komersial nan sedang berkembang pesat, jumlah peluncuran roket ke orbit bakal terus meningkat dari tahun ke tahun. (7NEWS/ABC/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·