Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan membatalkan rencana pembentukan biaya kompensasi senilai nyaris US$1,8 miliar alias sekitar Rp32 triliun nan sebelumnya menuai kontroversi di kalangan Partai Republik.
Keputusan itu diambil setelah muncul gelombang penolakan dari senator-senator Republik nan cemas biaya tersebut dapat digunakan untuk bayar pihak-pihak nan terlibat dalam beragam kasus kontroversial, termasuk pelaku penyerangan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021.
Pengumuman penghentian biaya tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Jaksa Agung Amerika Serikat, Todd Blanche, dalam sidang dengan personil parlemen pada Selasa.
"Kami tidak melanjutkan biaya tersebut," kata Blanche, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (3/6/2026). "Titik."
Pernyataan singkat namun tegas itu sekaligus mengakhiri perdebatan nan dalam beberapa pekan terakhir memicu ketegangan di internal Partai Republik.
Dana nan dikenal sebagai biaya anti-penyalahgunaan kekuasaan itu muncul dari penyelesaian norma antara Trump dan Departemen Kehakiman AS. Kesepakatan tersebut dibuat untuk menyelesaikan gugatan senilai US$10 miliar nan diajukan Trump terhadap Internal Revenue Service (IRS), otoritas pajak AS, mengenai dugaan penanganan nan tidak semestinya terhadap catatan pajaknya.
Sebagai bagian dari kesepakatan, pemerintah juga menyetujui larangan audit di masa mendatang terhadap catatan pajak lama milik Trump maupun keluarganya.
Blanche mengatakan ketentuan tersebut tetap bakal bertindak meskipun biaya kompensasi akhirnya dibatalkan.
Awalnya biaya sebesar US$1,776 miliar itu dirancang untuk memberikan kompensasi kepada perseorangan nan mengaku menjadi korban penyalahgunaan kekuasaan pemerintah. Namun rencana tersebut langsung memicu kontroversi.
Ketegangan meningkat bulan lampau ketika Blanche menolak memberikan agunan bahwa orang-orang nan menyerang abdi negara kepolisian saat kerusuhan Capitol 6 Januari 2021 tidak bakal memenuhi syarat menerima biaya tersebut.
Sikap itu memicu kemarahan sejumlah senator Republik nan menilai biaya tersebut berpotensi digunakan secara tidak tepat. Penolakan dari kubu Trump sendiri menjadi sorotan lantaran jarang terjadi personil Partai Republik secara terbuka menentang salah satu agenda presiden.
Kontroversi biaya tersebut juga berkapak pada pembahasan rancangan undang-undang senilai US$72 miliar nan dirancang untuk mendanai operasi imigrasi dan patroli perbatasan. Sejumlah pemimpin Kongres mempertanyakan apakah paket anggaran tersebut dapat lolos jika biaya anti-penyalahgunaan kekuasaan tetap dipertahankan.
Menurut seorang sumber nan mengetahui pembahasan internal Gedung Putih, masa depan politik Blanche apalagi berjuntai pada kemampuannya meredakan kekhawatiran para personil parlemen mengenai biaya tersebut.
Situasi itu membikin pemerintahan Trump akhirnya memilih mundur.
Dua sumber nan mengetahui proses tersebut mengatakan pejabat Gedung Putih menghabiskan sebagian besar waktu pada Senin untuk menghubungi personil parlemen satu per satu. Tujuannya adalah meyakinkan mereka bahwa tidak bakal ada pencairan biaya setelah muncul pemberontakan dari kalangan Republik.
Namun upaya itu rupanya belum cukup. Para personil parlemen tetap menuntut agunan nan lebih tegas menjelang sidang subkomite DPR pada Selasa sore, tempat Blanche akhirnya menyatakan secara terbuka bahwa biaya tersebut tidak bakal dilanjutkan.
Di tengah polemik nan berkembang, Trump akhirnya angkat bicara mengenai masa depan biaya tersebut.
Pada Selasa siang, Trump mengunggah tautan ke sebuah tulisan di platform Substack berjudul "Kebenaran nan Tidak Akan Diceritakan Media Tentang Dana Anti-Penyalahgunaan Kekuasaan".
Tulisan tersebut memuji Trump lantaran berupaya memberikan support kepada mereka nan mengaku menjadi korban tindakan pemerintah. Artikel itu juga mengkritik media dan Partai Demokrat nan menyebut biaya tersebut sebagai biaya politik nan dapat digunakan secara bebas tanpa pengawasan ketat.
Meski demikian, unggahan Trump tidak secara langsung membahas keputusan penghentian biaya nan diumumkan Blanche beberapa jam kemudian.
(luc/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·