Dijanjikan Hingga Rp 55 Ribu, 83 Anak Diduga Direkrut Kerusuhan 27 Agustus

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menetapkan dan menahan tiga orang nan diduga mengeksploitasi anak dengan langkah merekrut dan menjanjikan duit untuk mengikuti tindakan unjuk rasa nan berujung kerusuhan nan terjadi di area Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada 27 Agustus 2026

Ketiga tersangka berinisial B, N, dan P. Mereka diduga memengaruhi serta memprovokasi anak-anak untuk terlibat dalam tindakan dengan iming-iming sejumlah uang.

Dirres PPA-PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo mengatakan, penetapan tersangka dilakukan berasas perangkat bukti nan telah dianalisis penyidik.

“Pada kesempatan kali ini, izinkan kami menambahkan info mengenai dengan rangkaian penanganan pelaku nan sudah kami lakukan penahanan ada 3 orang, ialah inisial B, N, dan juga P,” kata Rita saat konvensi pers, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Rita, ketiga tersangka diduga melakukan pemanfaatan ekonomi terhadap anak. Mereka diduga memengaruhi dan memprovokasi anak agar mengikuti tindakan dengan iming-iming uang.

“Yang mana mereka didapati berasas perangkat bukti nan kami miliki, ada indikasi pemanfaatan ekonomi terhadap anak,” ujarnya.

Rita mengungkapkan, tersangka B diduga merekrut 53 anak. Masing-masing anak dijanjikan penghasilan sebesar Rp 55 ribu.

“Untuk tersangka B, dia merekrut sebanyak 53 anak dengan menjanjikan duit sebesar Rp 55 ribu per anak,” jelasnya.

Sementara tersangka N, nan merupakan perempuan, diduga merekrut 22 anak. Bayaran nan dijanjikan sebesar Rp 50 ribu untuk setiap anak.

“Kemudian tersangka N, ini perempuan, merekrut sebanyak 22 anak dengan rencana memberikan duit sebesar Rp 50 ribu per anak,” kata Rita.

Adapun tersangka P mengumpulkan delapan anak. Anak-anak tersebut dijanjikan duit Rp 40 ribu per orang.

“Dan tersangka P mengumpulkan sebanyak 8 anak dengan rencana memberikan duit sebesar Rp 40 ribu per anak,” tuturnya.

Dengan demikian, total anak nan disebut direkrut oleh ketiga tersangka mencapai 83 orang.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita