
Digitalisasi Rumah Bibit Biomassa Perkuat Cofiring dan Ekonomi Desa (Foto: PLN)
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berbareng PT PLN (Persero) mendorong modernisasi pembibitan tanaman daya berbasis digital. Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari pengembangan sistem pertanian terpadu tanaman daya nan selama ini dijalankan PLN EPI untuk mendukung transisi daya dan pengurangan emisi.
“Program ini dirancang untuk mendorong modernisasi sektor pembibitan berbasis masyarakat melalui pemanfaatan daya listrik dan teknologi digital sehingga lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Mamit dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Modernisasi pembibitan tanaman daya berbasis digital melalui kerjasama program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electrifying Agriculture pada Kamis (7/5) di Kalurahan Gombang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melalui penerapan sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT), proses pemeliharaan bibit sekarang dapat dilakukan secara teragendakan dan dikendalikan melalui perangkat ponsel. Teknologi ini bisa meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi beban kerja manual, serta menghasilkan bibit dengan kualitas nan lebih terjaga.
PLN EPI mengembangkan rumah pembibitan tanaman daya seperti indigofera dan kaliandra nan nantinya digunakan sebagai biomassa campuran batubara dalam skema cofiring PLTU. Program ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung ketahanan daya nasional.
Program Electrifying Agriculture di Gombang sendiri telah dikembangkan sejak 2023 melalui skema TJSL PLN EPI. Rumah bibit tersebut dikelola Gapoktan Tani Mulya dengan support sistem digitalisasi penyiraman, instalasi listrik, hingga training pengelolaan rumah bibit modern.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·