Digitalisasi Bansos, Akan Diperkuat Teknologi GoTo

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Kemensos dan GoTo kerjasama digitalisasi bansos melalui teknologi liveness detection untuk pastikan validitas info penerima, Sabtu (13/6/2026). Foto: Dok. Kemensos

Kementerian Sosial memperkuat kepercayaan publik melalui sistem digitalisasi info penerima support sosial (bansos). Salah satunya dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah dari GoTo.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menerima audiensi jejeran GoTo untuk membahas support digitalisasi perlindungan sosial, mulai dari penguatan kecermatan info penerima manfaat, verifikasi support sosial, hingga kesempatan support teknologi bagi program Sekolah Rakyat di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (12/6/2026).

“Kalau datanya tidak akurat, maka sasarannya juga tidak tepat,” ujar Gus Ipul.

Kemensos dan GoTo kerjasama digitalisasi bansos melalui teknologi liveness detection untuk pastikan validitas info penerima, Sabtu (13/6/2026). Foto: Dok. Kemensos

Ia menegaskan bahwa penguatan perlindungan sosial perlu bertumpu pada tiga perihal utama, ialah info akurat, sasaran tepat, dan Sekolah Rakyat.

CEO GoTo Hans Patuwo pun memaparkan teknologi penemuan keaktifan wajah alias liveness detection. Teknologi ini digunakan untuk memastikan bahwa orang nan melakukan verifikasi betul-betul berada di depan kamera, bukan menggunakan foto, rekaman video, alias manipulasi digital.

Gus Ipul menilai teknologi krusial untuk memperkuat pengesahan penerima faedah support sosial. Teknologi seperti ini, menurutnya, mendukung proses penyaluran support sosial semakin jeli dan tepat sasaran.

“Kita dorong, kita setujui ini,” ujar Gus Ipul.

Pada tahap awal, GoTo memberikan support sebanyak 5 juta hits alias verifikasi untuk mendukung digitalisasi support sosial. Dukungan tersebut menjadi bagian dari uji coba jasa verifikasi bagi penerima manfaat.

Kemensos dan GoTo kerjasama digitalisasi bansos melalui teknologi liveness detection untuk pastikan validitas info penerima, Sabtu (13/6/2026). Foto: Dok. Kemensos

“Terima kasih dikasih support 5 juta ini. Tapi kita juga kudu cek cost dan biayanya. Mulai sekarang dibuat perencanaan. Nanti 5 juta ini habis, kita kemana,” kata Gus Ipul.

Uji coba jasa nan telah dikembangkan sejak 2022 tersebut dilakukan di 42 kabupaten/kota. Dalam paparan nan disampaikan, jasa telah digunakan terhadap 28.961 percobaan dengan tingkat keberhasilan sekitar 98,4% persen.

Selain membahas verifikasi data, audiensi juga membuka kesempatan pemanfaatan ekosistem GoPay dalam penyaluran support sosial dengan bertumpu pada prinsip kecepatan, efisien, aman, dan langsung diterima oleh penerima manfaat.

Selain support sosial, Gus Ipul juga memperkenalkan program Sekolah Rakyat kepada jejeran GoTo. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat disiapkan bagi anak-anak dari family paling miskin, anak putus sekolah, anak terlantar, serta anak-anak nan kehilangan kesempatan pendidikan.

“Sekolah Rakyat ini bagus sekali, Pak. Ini untuk orang paling miskin,” ujar Gus Ipul.

Ia berambisi GoTo juga dapat memberi support teknologi untuk pengelolaan Sekolah Rakyat. Dukungan tersebut dapat mencakup sistem manajemen sekolah, pemantauan aktivitas siswa, alias pengelolaan transaksi.

“Yang jelas saya butuh sistem nan aman,” ujar Gus Ipul.

Kemensos dan GoTo kerjasama digitalisasi bansos melalui teknologi liveness detection untuk pastikan validitas info penerima, Sabtu (13/6/2026). Foto: Dok. Kemensos

Gus Ipul mengatakan bahwa teknologi nan kondusif dan tepat sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah memastikan support sosial sampai kepada masyarakat nan betul-betul berkuasa sehingga tepat sasaran.

Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Head of Identity Compliance GoTo Financial Fajar Aji Suryawan dan Head of Corporate Affairs Audrey P. Petriny.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan