Warga melangkah di pedestrian nan menyempit akibat adanya pengerjaan revitalisasi Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (20/4/2026).(Antara)
GUBERNUR Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pihaknya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik didukung oleh permintaan domestik.
Hal itu tercermin dari konsumsi pemerintah nan tumbuh tinggi sejalan berlanjutnya realisasi program-program prioritas serta percepatan shopping Pemerintah, terutama pemberian penghasilan ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyaluran support sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Konsumsi rumah tangga terjaga didorong akibat percepatan konsumsi pemerintah dan kepercayaan konsumen nan tetap baik. Investasi juga meningkat tecermin pada Purchasing Manager Index (PMI) nan berada pada area ekspansi, terutama didukung investasi gedung mengenai proyek pemerintah,” kata Perry saat Konferensi Pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis, (18/6).
Sementara dari sisi eksternal, lanjut Perry, ekspor perlu terus didorong guna memanfaatkan tingginya nilai komoditas dunia, di tengah melambatnya prospek pertumbuhan ekonomi global. Ke depan, beragam program stimulus pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta penerapan program prioritas terus dioptimalkan untuk mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi dari permintaan domestik.
Sejalan dengan itu, tambah dia, BI terus mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, termasuk melalui penguatan kebijakan makroprudensial lenggang dan kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung aktivitas ekonomi digital dan finansial inklusif.
“Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 berada dalam kisaran 4,9–5,7%,” pungkasnya. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·