Di Depan Pengusaha AS, Prabowo Pamer Berhasil Hemat Anggaran Rp303,1 Triliun

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Di Depan Pengusaha AS, Prabowo Pamer Berhasil Hemat Anggaran Rp303,1 Triliun

Di Depan Pengusaha AS, Prabowo Pamer Berhasil Hemat Anggaran Rp303,1 Triliun (Foto: Setpres)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan telah sukses menghemat anggaran negara sekitar USD18 miliar alias sekitar Rp303,14 triliun dalam beberapa bulan pertama masa kepemimpinannya. Hal ini disampaikan Prabowo dalam Acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat.

“Saya merasa menjadi salah satu Presiden Indonesia nan dalam tiga bulan pertama pemerintahannya sukses menghemat USD18 miliar secara tunai,” kata Prabowo di depan pengusaha AS, Rabu (18/2/2026) waktu setempat.

Prabowo Hemat Anggaran

Menurutnya, penghematan tersebut berasal dari pemangkasan inefisiensi dan pembatalan proyek-proyek nan dinilai tidak produktif. Dia menilai langkah ini sejalan dengan upaya efisiensi birokrasi nan juga menjadi perhatian sejumlah negara lain.

Prabowo mengungkapkan bahwa salah satu langkah efisiensi dilakukan dengan mengurangi pengeluaran untuk aktivitas seremonial di lembaga pemerintah. Dia menilai tradisi seremoni hari ulang tahun lembaga dan wilayah sering menghabiskan anggaran besar tanpa akibat langsung bagi masyarakat.

Kebijakan Efisiensi Anggaran

Prabowo meminta seremoni dilakukan secara sederhana di lingkungan kantor, misalnya dengan makan siang bersama, guna menjaga kerasionalan penggunaan anggaran.

“Pernah ada tim studi banding nan mempelajari pengentasan kemiskinan di Australia. Australia adalah salah satu dari sepuluh negara terkaya di dunia. Dan lucunya, saat mereka mengirim tim ke sana, saya dengar dari teman-teman saya di Australia, saat itu sedang musim Paskah,” ungkapnya.

“Orang Australia sedang libur, jadi tidak ada orang nan bisa diajak diskusi! Hal-hal seperti ini terjadi, dan saya berkeinginan untuk bersikap rasional. Ada juga laporan tim studi banding ke Jepang sekitar tanggal 20 Desember, saat itu sudah masa Natal! Hal-hal seperti inilah nan saya coba rasionalkan,” sambung dia.

Prabowo mengakui kebijakan efisiensi tidak mudah diterapkan. Dia menyebut sempat muncul demonstrasi nan menentang langkah tersebut, nan menurutnya menjadi kejadian tidak lazim.

“Memang tidak mudah di awal. Bahkan ada demonstrasi nan menentang saya. Tapi menurut saya, itu mungkin pertama kalinya dalam sejarah dunia, ada demonstrasi nan menentang efisiensi pemerintah,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com