Detik-detik Badai Pasir & Angin Kencang Terjang China, Bikin Siang Gelap Gulita

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Badai Pasir di China Foto: REUTERS/Thomas Peter

Kota Harbin di Provinsi Heilongjiang, China timur laut, dilanda angin kencang ekstrem dan badai pasir pada Minggu (31/5) sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Menurut laporan China Central Television News (CCTV News), hembusan angin mencapai level 13, sementara jarak pandang di beberapa wilayah turun hingga kurang dari 100 meter. Angin kencang menyapu pasir dan debu ke area perkotaan, apalagi sempat membikin suasana siang hari berubah jadi gelap seperti malam.

Di siang hari, massa udara hangat nan kuat menyebabkan suhu di seluruh Heilongjiang meningkat tajam berbarengan dengan menguatnya kecepatan angin. Suhu maksimum di sebagian besar wilayah provinsi itu melampaui 30 derajat Celsius. Di Harbin, suhu apalagi mencapai 35,3 derajat Celsius sehingga menciptakan daya atmosfer nan tidak stabil dalam jumlah besar.

Ahli cuaca di Observatorium Meteorologi Provinsi Heilongjiang, Zhao Ling, menjelaskan massa udara dingin nan kuat bergerak sigap dari barat ke timur memasuki Heilongjiang sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi ini memicu pelepasan daya atmosfer nan tidak stabil dan membentuk garis angin besar alias sistem cuaca konvektif quasi-linear.

Fenomena tersebut menyebabkan tutupan awan meningkat drastis di wilayah tengah dan barat provinsi, termasuk area perkotaan Harbin. Langit menjadi gelap sementara angin terus menguat. Tanah permukaan nan kering dan terbuka ikut terangkat oleh angin sehingga memicu terjadinya angin besar pasir.

Sejumlah rekaman video nan diambil seorang penduduk memperlihatkan awan angin besar pasir raksasa bergerak perlahan menuju kamera dari perspektif pandang genting sebuah bangunan.

X post embed

Cuaca angin besar pasir di Harbin di bulan Mei tergolong tidak biasa. Kepala Analis Cuaca China Weather TV Channel, Xin Xin, menjelaskan bahwa palung udara atas dan siklon permukaan bergerak ke arah timur melintasi Mongolia bagian timur dan China timur laut. Pergerakan itu membentuk sistem front cuaca di area tersebut.

Menurut Xin, perbedaan suhu sebelum dan sesudah front sangat besar. Banyak wilayah di Heilongjiang mengalami pemanasan sebelum front datang pada Minggu (31/5) sore, termasuk Harbin nan mencatat suhu tinggi langka.

Setelah itu, udara dingin dan siklon dekat permukaan membawa angin kencang. Tabrakan antara massa udara dingin dan hangat memicu cuaca konvektif ekstrem berupa petir, kilat, serta angin kencang.

"Itu setara dengan pertemuan udara dingin nan kekuatannya seperti musim dingin dengan udara hangat setingkat musim panas. Akibatnya, angin dan aktivitas konvektif menjadi sangat kuat," ujar Xin, dikutip Global Times.

Direktur Institute of Public and Environmental Affairs, Ma Jun, mengatakan angin barat daya nan sangat kuat juga menjadi aspek penyebab angin besar pasir. Ketika melintasi wilayah nan relatif kering dan berpasir seperti bagian barat Provinsi Jilin, debu di permukaan tanah mudah terangkat lampau terbawa menuju Heilongjiang sehingga menciptakan angin besar pasir nan bergerak cepat.

Pohon Tumbang dan Listrik Terganggu

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan banyak pohon tumbang di beragam wilayah perkotaan Harbin. Sejumlah kendaraan mengalami kerusakan dan beberapa jaringan listrik juga terdampak.

Departemen pengelolaan kota, pertamanan, dan penyedia listrik setempat saat ini tengah melakukan penanganan darurat, termasuk mengevakuasi pohon tumbang, membersihkan jalan, serta memulihkan pasokan listrik.

Pada Senin (1/6) pagi waktu setempat, otoritas Heilongjiang mengeluarkan peringatan cuaca nan memprediksi hujan bakal sering terjadi sepanjang pekan ini. Cuaca konvektif ekstrem juga diperkirakan kembali muncul disertai suhu nan condong lebih rendah dan fluktuatif.

Sebagian besar wilayah diprediksi mengalami hujan disertai petir. Bahkan, beberapa wilayah berpotensi dilanda puting beliung, angin angin besar petir, hujan es, dan beragam kejadian cuaca konvektif ekstrem lainnya, sebagaimana disampaikan melalui akun resmi WeChat pemerintah Heilongjiang.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan