DEN Tegaskan Bansos Rp 5,4 Juta/Orang yang Disiapkan Prabowo Bukan Bantuan Baru

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi bansos. Foto: Ani Fathudin/Shutterstock

Pemerintah sedang menyiapkan support sosial (bansos) senilai Rp 5,4 juta per orang. Juru Bicara Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jodi Mahardi, mengungkapkan support itu bukan merupakan program baru.

Jodi memastikan pemerintah terus mendorong penyempurnaan sistem perlindungan sosial nasional agar semakin terintegrasi, tangkas, dan berakibat nyata bagi masyarakat.

"Kami menegaskan bahwa nomor Rp 5,4 juta bukan merupakan program support tunai baru nan bakal diterima secara merata oleh setiap penduduk negara. Angka tersebut murni merupakan ilustrasi perkiraan akumulasi maksimal dari beragam program perlindungan sosial, termasuk support sosial, nan sudah ada," kata Jodi melalui keterangan tertulis, Rabu (10/6).

"Karena setiap rumah tangga mempunyai kondisi dan tingkat eligibilitas nan berbeda, faedah riil nan diterima tentu tidak bakal sama," tambahnya.

Jodi menjelaskan konsentrasi utama pemerintah saat ini adalah membangun sistem perlindungan sosial terintegrasi itu dengan memanfaatkan teknologi digital. Ia mengatakan transformasi tata kelola ini dirancang agar penyaluran beragam program support dan subsidi dapat dilakukan secara lebih presisi, efisien, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat nan berhak.

"Kami juga menegaskan bahwa reformasi ini tidak dirancang untuk mengurangi program perlindungan sosial nan sudah berjalan. Sebaliknya, pemerintah mau memastikan bahwa faedah program perlindungan sosial dapat disalurkan secara jauh lebih efektif dan tepat sasaran unik bagi golongan masyarakat nan paling membutuhkan," terang Jodi.

Jodi menekankan transformasi kebijakan ini dilakukan secara bertahap. Uji coba penerapan digitalisasi penyaluran bansos telah melangkah di sejumlah wilayah dan bakal terus dievaluasi secara komprehensif sebelum diterapkan secara nasional.

"Pemerintah berkomitmen penuh untuk menghadirkan program perlindungan sosial nan semakin responsif, terintegrasi, dan bisa memberikan faedah nan optimal bagi kesejahteraan rakyat," tutur Jodi.

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) berbareng Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddi Indra Wijaya (kanan) bersiap menyampaikan keterangan usai berjumpa Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah tengah menyiapkan sistem penyaluran support sosial menggunakan kepintaran buatan (AI).

Luhut mengungkapkan, besaran support nan bakal diterima per orang adalah sebesar Rp 5,4 juta. Program ini bakal memanfaatkan Government Technology (GovTech) nan sedang dirancang pemerintah.

"Jadi dari tadi mengenai GovTech sebagai penutup, eh itu kelak pemerintahan Presiden Prabowo ini bakal berbasis digitalisasi dengan support AI. Oleh lantaran itu kita memandang bahwa dalam waktu tidak terlalu lama eh kita bakal punya Digital Single ID. Mungkin akhir tahun ini bakal ada Digital Single ID nan mengakibatkan semua bansos alias Direct Cash Transfer itu bakal targeted," ujar Luhut di Istana Negara, Selasa (9/6).

Luhut mengeklaim, pemanfaatan teknologi untuk menyalurkan support sosial bakal membikin pemerintah bisa menghemat anggaran.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan