Jakarta, CNBC Indonesia - Dugaan penganiayaan anjing nan nampak dalam video di internet membikin ratusan masyarakat China turun ke jalan. Mereka meminta memperkuat patokan soal perlundungan hewan.
Kasus nan terjadi di kota Chongqing, China barat memperlihatkan laki-laki berjulukan Li (39) nan dituduh menganiaya anjing-anjing di bawah perawatannya. Dalam video nan beredar di media sosial setempat menunjukkan dugaan pelaku menyiksa hewan di anjungan pada malam hari.
Sejumlah sukarelawan mendatangi laki-laki tersebut di kompleks apartemennya. Ternyata mereka menemukan seekor anak anjing nan terluka parah di koridor luar unitnya.
Pihak berkuasa mengungkapkan tiga anak anjing itu telah dipindahkan ke rumah sakit serta penampungan hewan untuk perawatan. Sementara Li telah ditahan untuk dilakukan penyelidikan, dikutip dari Channel News Asia, Minggu (14/6/2026).
Kompleks perumahan Li jadi sasaran demonstran. Bahkan sebuah video dan foto nan kemudian di hapus dari platform media sosial menunjukkan adanya konfrontasi antara pendemo dan petugas polisi di luar komplek, dengan sejumlah orang dikawal pergi.
Sementara laporan dari media buletin Hong Kong HK01 mencatat ratusan orang turun ke jalanan distrik Jiangbei, wilayah tempat tinggal Li.
Mereka membawa spanduk menuduh Li melakukan kekejaman pada hewan dan penipuan adopsi. Beberapa orang lain juga menyerukan untuk patokan unik perlindungan hewan.
Aktivis kewenangan hewan juga mengatakan kemauan masyarakat agar pihak berkuasa bisa menyelematkan hewan-hewan nan tetap berada di rumah Li. Mereka juga meminta penipuan mengambil nan sama tidak lagi terjadi di masa depan.
Reaksi masyarakat ini terjadi setelah meningkatnya kekhawatiran soal masalah kesejahteraan hewan di China.
Sebelumnya juga muncul dugaan pencurian dan pembunuhan seekor anjing Border Collie berumur 8 tahun berjulukan Chutou pada awal tahun ini. Kasus nan terjadi di provinsi Henan membikin masyarakat marah dan menyerukan untuk diberlakukan norma lebih berat pada pelaku kekerasan hewan.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
8 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·