Dedi Mulyadi Dorong Ekonomi Produksi untuk Tekan Ketimpangan di Jawa Barat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai menghadiri Sinergi Pentahelix "Kick Off WJES 2026 dan Launching Buku Gaung Eksyar" di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat pada Senin (27/4/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya transformasi ekonomi berbasis produksi sebagai strategi utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan usai menghadiri aktivitas di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Senin (27/4).

“Ekonomi produksi itu terkuat, secara ekonomi berbasis keadilan. Distribusi ekonomi kudu merata, kemudian menghilangkan ketimpangan dan meningkatkan produksi,” kata Dedi Mulyadi.

Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian menjadi kunci dalam mendorong ekonomi produksi di Jawa Barat. Menurutnya, petani tidak boleh lagi berada dalam posisi lemah dalam rantai ekonomi.

“Petani jangan jadi subjek nan lemah, pedagang juga jangan bergantung. Sektor produksi pertanian kudu kembali dengan alat-alat nan diperlukan,” katanya.

Untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian, Dedi menekankan pentingnya penggunaan bibit unggul dan sistem pemupukan nan tepat. Selain itu, prasarana penunjang juga kudu diperkuat secara menyeluruh.

“Bibitnya kudu baik, pemupukannya kudu baik, kemudian seluruh jaringan infrastrukturnya, dari kebutuhan air, jalan sampai pemasaran, pasarnya kudu baik,” jelasnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi usai menghadiri Sinergi Pentahelix "Kick Off WJES 2026 dan Launching Buku Gaung Eksyar" di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat pada Senin (27/4/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Ia menilai bahwa perbaikan sektor hulu hingga hilir bakal menciptakan ekosistem ekonomi nan lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan demikian, hasil produksi dapat mempunyai nilai jual nan lebih tinggi.

Lebih lanjut, Dedi juga menyoroti pentingnya efisiensi biaya hidup masyarakat. Ia menyebut bahwa pembangunan ekonomi kudu berakibat langsung pada penurunan biaya hidup di Jawa Barat.

“Dengan budaya nan baik, prasarana nan baik, maka biaya hidup di Jawa Barat kudu murah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan ekonomi produksi tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) bakal mempercepat terciptanya sistem ekonomi nan inklusif dan berkeadilan.

“Seluruh lintas pemangku kepentingan kudu mempunyai keahlian ekonomi dan mendorong ekonomi produksi,” katanya.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi nan lebih merata serta mengurangi kesenjangan sosial di beragam wilayah.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan