Ilustrasi(Dok Istimewa)
Kemunculan benjolan di area anus, rasa gatal, perih, panas, hingga keluarnya darah saat buang air besar sering dianggap sepele oleh sebagian masyarakat.
Padahal, keluhan tersebut merupakan indikasi umum ambeien alias wasir nan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan baik.
Ambeien terjadi akibat pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus alias rektum. Kondisi ini dapat dipicu beragam faktor, mulai dari kebiasaan mengejan saat buang air besar, sembelit kronis, pola makan rendah serat, hingga terlalu lama duduk.
Pada stadium lebih lanjut, penderita apalagi dapat mengalami benjolan nan keluar dari anus dan menimbulkan rasa tidak nyaman berkepanjangan.
Kekhawatiran terhadap kemungkinan tindakan operasi membikin banyak penderita mencari pengganti penanganan lebih alami.
Salah satu nan sekarang mendapat perhatian adalah pemanfaatan kombinasi tanaman herbal Daun Ungu (Graptophyllum pictum) dan Sambiloto (Andrographis paniculata), nan telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional Indonesia.
Daun Ungu diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan saponin nan mempunyai sifat antiinflamasi untuk membantu mengurangi pembengkakan pada pembuluh darah.
Sementara itu, Sambiloto mengandung andrographolide nan berpotensi membantu meredakan nyeri, mendukung perlindungan terhadap jangkitan bakteri, serta mempercepat proses pemulihan jaringan nan mengalami iritasi.
Pemanfaatan tanaman herbal juga mendapat support dari beragam penelitian. Salah satunya publikasi ilmiah pada jurnal Pharmacological Research-Modern Chinese Medicine nan menyoroti faedah senyawa alami seperti tanin dalam membantu proses pengobatan luka pada lapisan kulit. Kandungan itu dinilai berpotensi mendukung pemulihan jaringan di area nan mengalami peradangan.
Melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap solusi non-operatif, beragam pengobatan herbal berbahan Daun Ungu dan Sambiloto mulai banyak datang di pasaran.
Salah satunya adalah Ambeno nan mengembangkan rangkaian pengobatan berbasis kedua tanaman herbal tersebut untuk membantu meredakan keluhan ambeien melalui pendekatan perawatan dari dalam dan luar tubuh.
Pengobatan nan ditawarkan meliputi kapsul, madu, susu berbahan susu kambing etawa, daun kelor dan temulawak, serta sabun cair dan krim untuk menjaga kebersihan area sensitif. Rangkaian tersebut diproduksi menggunakan teknologi modern berstandar SNI, resmi berizin Badan POM, serta mengantongi sertifikat Halal MUI.
Kombinasi tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kelancaran sistem pencernaan, mengurangi akibat sembelit, dan memberikan perawatan pada area nan mengalami keluhan.
Hal ini apalagi diakui dan direkomendasikan secara terbuka oleh tokoh kepercayaan Ustaz Abdul Somad (UAS), Mamah dedeh, dan Ustaz Hanan Attaki serta tokoh publik Mami Nunung dan Anang Hermansyah sebagai solusi herbal pilihan nan kondusif dan baik untuk meredakan keluhan ambeien. Juga, sukses menyabet penghargaan Rekor Muri 2026 sebagai pengobatan ambeien dengan penjualan terbanyak secara daring, Super Brand hingga Brand Choice Award.
Selain penggunaan herbal, para mahir kesehatan menekankan pentingnya perubahan style hidup sebagai pencegahan dan penanganan ambeien.
Masyarakat perlu memperbanyak konsumsi makanan berserat, mencukupi kebutuhan cairan harian, menghindari kebiasaan menahan buang air besar, serta mengurangi konsumsi makanan terlalu pedas dan minuman berkafein berlebihan.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap indikasi ambeien dan pentingnya penanganan sejak dini, pemanfaatan bahan herbal lokal seperti Daun Ungu dan Sambiloto menjadi salah satu pengganti nan semakin diminati untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan dan mengurangi keluhan wasir secara alami. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·